Logo Header Antaranews Jogja

Pemda DIY fokus antisipasi kekeringan dampak kemarau El Nino

Rabu, 29 Juli 2026 17:48 WIB
Image Print
Komplek Kantor Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (ANTARA/Hery Sidik)

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) fokus melakukan antisipasi kekeringan dampak musim kemarau panjang yang diperparah dengan fenomena El Nino.

"Fokusnya dengan adanya El Nino ini kan kita juga harus tahu, termasuk mengantisipasinya baik dari sisi kebutuhan pangan, kemudian irigasi," kata Sekretaris Daerah Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, Pemda DIY bersama instansi teknis terkait telah melakukan identifikasi wilayah wilayah rawan terdampak kemarau, yang kemudian bagaimana menjalin kerjasama dengan antardaerah.

"Kalau dari laporan kemarin, secara ketersediaan stabil untuk pangan. Stabil semua, stok masih memungkinkan. Mudah mudahan, dampak kemarau tahun ini tidak berdampak," katanya.

Meski demikian, Pemda DIY juga meminta pemerintah daerah juga melakukan inovasi teknologi dalam mengelola air hujan, agar ketika musim kemarau panjang dapat bermanfaat bagi masyarakat.

"Pasti ada rekayasa, kan sekarang banyak teknologi mengelola air hujan itu sebagai simpanan. Nah ada usulan juga embung, dan ini masih berproses juga untuk perizinan pembangunan embung di Sleman," katanya.

Lebih lanjut Sekda DIY mengatakan, di wilayah DIY yang meliputi empat kabupaten dan satu kota, yang memiliki tingkat kerawanan kekeringan atau kesulitan air di sebagian wilayah Kabupaten Gunungkidul, dan Kulon Progo.

"Tatapi belum ada laporan yang sampai kemudian lahan pertanian mengalami gagal panen. Secara resmi lho ya, belum ada laporan ke kami," katanya.

Meski demikian, kata dia, ketika ada situasi kekeringan dampak kemarau, masih bisa diatasi secara cepat oleh masing masing kabupaten, sehingga DIY belum menetapkan status darurat kekeringan.

"Belum masuk ke kita (darurat kekeringan), itu kan tergantung situasi kondisi, jadi kepala daerah masing-masing yang menentukan kondisi (darurat) supaya kemudian ada penyikapan cepat untuk penanganan lebih lanjut," katanya.



Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026