
JKN jadi napas kehidupan baru bagi pasien cuci darah di Gunungkidul

Yogyakarta (ANTARA) - Wasiran, seorang warga Gunungkidul, Yogyakarta, akhirnya terpaksa dilarikan sang istri ke rumah sakit terdekat setelah serangan nyeri hebat mendadak menyerang tubuhnya di tengah kondisinya yang semula terasa baik-baik saja.
Ia dirujuk ke rumah sakit di Kota Yogyakarta yang berjarak puluhan kilometer dari tempat tinggalnya setelah dokter menemukan batu pada kedua ginjalnya dan menyarankan tindakan operasi segera.
"Ternyata ada batu di bagian ginjal kanan dan kiri saya. Dokter menyarankan untuk segera operasi," kata Wasiran.
Sebagai lulusan sekolah dasar tanpa pekerjaan dan penghasilan tetap, Wasiran sempat bergantung penuh pada bantuan keuangan saudaranya untuk menutupi seluruh biaya pengobatan awal.
Kondisi kesehatannya menuntut Wasiran untuk menjalani perawatan lanjutan berupa prosedur cuci darah secara rutin setiap minggu dan rawat inap berkala.
"Setiap minggu saya harus ke rumah sakit. Belum lagi saat harus rawat inap, paling lama lima belas hari," katanya.
Di tengah kesulitan biaya transportasi dan pengobatan, Wasiran akhirnya mendapatkan informasi mengenai program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari perangkat desa setempat.
Setelah mendaftarkan diri di balai desa, seluruh biaya perawatan medis Wasiran kini dijamin penuh oleh program JKN dari pemerintah.
Bantuan jaminan kesehatan tersebut tidak hanya meringankan beban finansial keluarganya, tetapi juga memberikan semangat baru bagi Wasiran untuk terus bertahan hidup.
"Akhirnya saya bisa berobat dan bertahan hidup. Meskipun, usia sepenuhnya ada di tangan Sang Pemilik Semesta. Saya merasa mendapatkan semangat hidup. Tidak perlu kepikiran biaya lagi," katanya.
Saat ini, Wasiran tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh karena layanan cuci darah rutin sudah dapat diakses di rumah sakit terdekat.
"Pelayanan di rumah sakit sangat bagus. Selama ini tidak ada kendala apapun. Badan terasa ringan, berangsur-angsur pulih. Meskipun, kalau makan belum merasa enak lagi. Masih mual, tapi yang penting bagi saya bisa kenyang," katanya.
Ia menyampaikan apresiasinya terhadap layanan BPJS Kesehatan yang dinilainya sangat membantu tidak hanya terbebas secara finansial, tetapi juga menjadi penyemangat dan alasan baru untuk napas kehidupannya.
Pewarta : N008
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
