Logo Header Antaranews Jogja

Satpol PP Gunungkidul memperkuat peran SRI jaga wisata pantai

Kamis, 30 Juli 2026 19:38 WIB
Image Print
Personel Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Gunungkidul mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas bersama Bupati Gunungkidul di kawasan Pantai Nglolang, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (29/7/2026). (ANTARA/HO-Pemkab Gunungkidul)

Yogyakarta (ANTARA) - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memperkuat peran Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan wisatawan di kawasan pantai.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Gunungkidul Arisandi Purba di Gunungkidul, Kamis, mengatakan sebanyak 99 personel SRI disiagakan dan ditempatkan di dua wilayah operasi untuk mempercepat pelayanan dan penanganan keadaan darurat.

"SRI Wilayah Operasi I mencakup kawasan pantai di Kapanewon Girisubo dan Purwosari, sedangkan Wilayah Operasi II meliputi pantai di Kapanewon Tanjungsari, Tepus, dan Saptosari," katanya.

Arisandi menjelaskan personel SRI bertugas memberikan pertolongan kepada wisatawan yang mengalami kendala maupun menjadi korban kecelakaan laut.

Selama semester pertama 2026, SRI menangani lima kecelakaan laut di Wilayah Operasi I dan 17 kejadian di Wilayah Operasi II.

Selain melakukan penyelamatan, SRI juga menyediakan layanan ambulans sosial bagi masyarakat sekitar serta memberikan pertolongan kepada wisatawan yang tersengat ubur-ubur di kawasan pantai.

Pada semester pertama tahun ini, tercatat 11 korban sengatan ubur-ubur di Wilayah Operasi I dan 68 korban di Wilayah Operasi II.

Untuk meningkatkan kapasitas personel, Pemkab Gunungkidul merencanakan pelatihan vertical rescue dan penyelaman bagi 40 anggota SRI pada 2027 di Jawa Barat.

"Pemerintah telah merencanakan pelatihan vertical rescue dan selam bagi 40 personel yang akan dilaksanakan di Jawa Barat pada tahun 2027," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan kesiapsiagaan personel perlu didukung modernisasi peralatan, seperti jet ski, agar penanganan keadaan darurat dan proses penyelamatan dapat berlangsung lebih cepat.

"Keahlian saudara-saudara adalah aset tak ternilai, bentuk investment of human skill yang mutlak diperlukan dalam pembangunan kabupaten kita," katanya.

Endah juga menginstruksikan agar personel SRI memperoleh pelatihan penanganan medis awal sehingga mampu memberikan pertolongan lebih efektif kepada wisatawan, termasuk korban sengatan ubur-ubur.

Ia juga meminta SRI memperkuat sinergi dengan RSUD Saptosari, RSUD Wonosari, dan puskesmas terdekat untuk meningkatkan kesiapsiagaan layanan keselamatan di kawasan wisata pantai.



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026