Logo Header Antaranews Jogja

Dinkes Yogyakarta perluas sasaran vaksinasi HPV pada anak laki-laki

Jumat, 31 Juli 2026 15:15 WIB
Image Print
Kasi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Yogyakarta Endang Sri Rahayu. ANTARA/Hery Sidik

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta akan memperluas sasaran program vaksinasi atau imunisasi Human Papillomavirus (HPV) yang tidak hanya kepada anak-anak perempuan, namun juga menyasar kepada anak laki-laki di wilayah tersebut.

"Perluasan sasaran vaksinasi HPV pada anak laki-laki bertujuan melindungi seluruh anak Indonesia dari risiko penyakit yang disebabkan oleh HPV," kata Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Yogyakarta Endang Sri Rahayu di Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, program vaksinasi HPV di Kota Yogyakarta akan dilaksanakan bersamaan dengan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) pada bulan Agustus 2026, dengan sasaran anak laki-laki maupun anak perempuan.

Untuk anak perempuan diberikan pada usia kelas 5 SD dan sederajat atau 11 tahun, serta usia kelas 6 SD sederajat atau 12 tahun, dan usia kelas 9 SMP sederajat usia 15 tahun yang belum imunisasi HPV, dan anak laki-laki usia kelas 5 SD sederajat atau 11 tahun.

Dia mengatakan, tempat pelaksanaan vaksinasi HPV di setiap sekolah SD dan SMP sederajat, pondok pesantren (ponpes), pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM), sanggar kegiatan belajar (SKB), lembaga kesejahteraan sosial anak (LKSA).

"Jumlah sasaran imunisasi HPV untuk anak laki-laki dan perempuan di Yogyakarta sebanyak 3.146 anak. Imunisasi HPV akan dilaksanakan di sekolah-sekolah dengan melibatkan puskesmas dengan jadwal kesepakatan antara puskesmas dan sekolah," katanya.

Baca juga: Vaksin HPV pada perempuan dan laki-laki bantu cegah kanker

Baca juga: Perdoski: Penularan HPV bisa terjadi secara seksual dan nonseksual

Pihaknya sudah meminta seluruh puskesmas untuk menyampaikan informasi dan edukasi terkait imunisasi khususnya HPV kepada masyarakat, terutama orang tua yang memiliki anak laki-laki usia sesuai sasaran dan ke sekolah.

"Vaksin HPV aman dan efektif, sudah melalui uji klinis dan dipakai sebagian besar negara-negara di dunia. Efek samping yang mungkin muncul setelah imunisasi pada umumnya reaksi tubuh yang ringan seperti demam, nyeri dan kemerahan atau pembengkakan di area penyuntikan," katanya.

Menurut dia, HPV adalah virus yang menyerang permukaan kulit dan selaput lendir, yang sering ditandai dengan munculnya kutil di berbagai area tubuh, seperti lengan, kaki, mulut, maupun area kelamin, infeksi HPV bisa menular melalui kontak kulit langsung.

Oleh karena itu, Dinkes Yogyakarta mengajak masyarakat mendukung pencegahan infeksi HPV dengan mengikuti program imunisasi gratis dari pemerintah, karena jika vaksinasi secara mandiri di layanan swasta biayanya berkisar Rp900 ribu sampai Rp1 juta.

"Kami sudah kolaborasi dengan lintas sektor dalam penjangkauan sasaran maupun saat pelaksanaan. Keberhasilan program vaksinasi HPV butuh dukungan dan sinergi bersama. Kami harap masyarakat mendukung imunisasi HPV, karena mencegah lebih baik daripada mengobati," katanya.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026