Logo Header Antaranews Jogja

Yogyakarta wadahi kreativitas pemuda lewat Festival Prawirotaman

Jumat, 31 Juli 2026 17:53 WIB
Image Print
Ketua Fashion on The Street (FOS) Prawirotaman Lia Mustafa memberikan keterangan tentang kegiatan Festival Prawirotaman 2026 di Yogyakarta. ANTARA/Hery Sidik

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta menggelar Festival Prawirotaman bertema "Contemporary Art Batik Evolution" di Jalan Prawirotaman pada 21-23 Agustus 2026, sebagai upaya mewadahi atau memberikan ruang kreativitas bagi generasi muda melalui karya-karyanya.

"Seluruh karya yang ditampilkan dalam Festival Prawirotaman merupakan hasil kreasi siswa. Kami ingin memberikan ruang bagi generasi muda Kota Yogyakarta untuk menunjukkan kreativitasnya," kata Kepala Bidang Daya Tarik Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Yurnelis Piliang, di Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, festival yang berkolaborasi dengan Fashion on The Street (FOS) tersebut mengusung semangat regenerasi desainer sekaligus memperkuat citra Prawirotaman Yogyakarta sebagai ruang kreatif bagi anak muda.

Dia mengatakan, Festival Prawirotaman 2026 difokuskan pada pelibatan generasi muda, ada enam pelajar SMK yang memiliki Jurusan Tata Busana dilibatkan untuk menampilkan karya terbaik, mulai dari desain, tata rias, hingga peragaan busana.

"Saat ini ada enam siswa SMK yang kami libatkan, dan seluruh karya mereka akan melalui proses kurasi sebelum ditampilkan dalam Fashion on The Street," katanya.

Menurut dia, penyelenggara juga bekerja sama dengan pihak lain untuk melibatkan mahasiswa asing sebagai peragawati, kalau tahun sebelumnya menghadirkan desainer mancanegara, namun kali ini model internasional dipilih untuk memperagakan karya desainer muda Yogyakarta.

"Kami ingin menunjukkan bahwa batik itu bisa dikenakan oleh siapa saja, termasuk warga negara asing. Harapannya, hal ini dapat menjadi daya tarik sekaligus memperkenalkan batik kepada masyarakat internasional," katanya.

Dia juga mengatakan, festival juga menjadi wadah penjualan karya siswa SMK dan desainer muda dengan harga terjangkau. Untuk itu diharapkan tenant memberikan potongan harga menarik agar produk lokal semakin diminati kalangan muda.

"Harapannya, Prawirotaman menjadi ruang berkumpul anak muda sekaligus pusat produk kreatif berbasis batik. Kami mendorong tenant memberikan diskon yang menarik agar mahasiswa dan generasi muda tertarik datang dan membeli karya lokal," katanya.

Ketua Fashion on The Street (FOS) Prawirotaman Lia Mustafa mengatakan festival pada 2026 merupakan penyelenggaraan ke-11 sekaligus menjadi momentum memperluas kolaborasi dengan sekolah, perguruan tinggi, komunitas, hingga pelaku fesyen.

"Selama hampir 10 tahun kami konsisten memberi ruang bagi desainer muda. Tahun ini kegiatannya makin besar karena tidak hanya berlangsung di Prawirotaman I, tetapi diperluas ke Prawirotaman II, sehingga semakin banyak anak muda yang bisa berpartisipasi," katanya.



Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026