Logo Header Antaranews Jogja

Pemkab Sleman bangun ekosistem pertanian modern yang berkelanjutan

Jumat, 31 Juli 2026 18:06 WIB
Image Print

Sleman (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, bersama unsur perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas petani, dan media, memperkuat kolaborasi lintas sektor guna membangun ekosistem pertanian yang modern, mandiri, dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman Liem Astuti di Sleman, Kamis, mengatakan sinergi yang mengusung konsep pentahelix ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan volume produksi, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kelembagaan petani, mendorong digitalisasi, mempercepat hilirisasi, serta memperluas akses pasar.

"Pemkab Sleman sendiri mengambil peran strategis melalui fasilitasi demonstrasi plot (demplot) sebagai ajang uji coba teknologi sebelum diterapkan secara massal, penyediaan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) sesuai kebutuhan, serta penyelenggaraan bimbingan teknis intensif," kata Liem Astuti.

Ia mengatakan Pemkab Sleman juga aktif menggandeng perguruan tinggi dan lembaga penelitian guna merumuskan teknologi yang adaptif terhadap kondisi lokal.

Sementara itu, sektor swasta turut berkontribusi nyata lewat program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), pengembangan teknologi tepat guna yang ramah pengguna, penciptaan kemitraan pemasaran berkesinambungan, serta penyediaan pendampingan teknis bagi para petani.

Penguatan ekosistem pertanian modern di Sleman telah diwujudkan melalui sejumlah program unggulan, di antaranya digitalisasi pasar dan kelembagaan cabai. Bank Indonesia bersama Perkumpulan Petani Hortikultura Puncak Merapi (PPHPM) mengembangkan pasar lelang cabai yang didukung penyediaan bangsal pengolahan, alat angkut hasil panen, serta digitalisasi transaksi melalui aplikasi dipanen.id.

"Platform ini mempermudah pencatatan produksi, pelaksanaan lelang digital, transparansi informasi harga, hingga mendongkrak posisi tawar petani," katanya.

Dukungan digitalisasi pertanian turut diperkuat oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Digital. Para petani kini memanfaatkan teknologi modern di green house melon, seperti sensor tanah, sistem otomatisasi penyiraman dan pemupukan, smart camera, hingga pemantauan berbasis Internet of Things (IoT) guna memaksimalkan efisiensi budidaya.

"Melalui integrasi seluruh elemen tersebut, sektor pertanian di Kabupaten Sleman diharapkan mampu bertransformasi menjadi sektor yang tangguh, adaptif terhadap teknologi, serta berdaya saing tinggi di era modern," katanya.



Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026