
Pemkab Bantul penuhi kebutuhan gizi warga miskin melalui program SAPA

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terus berupaya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat miskin, salah satunya melalui program bantuan sosial (bansos) pangan bertajuk Sambung Pangan (SAPA).
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bantul Sukrisna Dwi Susanta di Bantul, Minggu, mengatakan program SAPA pada tahun 2026 menyasar sekitar 1.000 keluarga penerima manfaat (KPM) yang akan menerima bantuan setiap bulan.
"Program ini diperuntukkan bagi warga miskin dan diwujudkan dalam bentuk sembako senilai Rp200 ribu," katanya.
Ia menjelaskan mekanisme penyaluran bansos SAPA tidak dilakukan secara tunai, melainkan melalui pembelanjaan kebutuhan pokok di warung pangan warga yang telah ditunjuk.
"Mekanismenya yaitu dibelanjakan bahan makanan terutama sembako ke warung pangan warga," ujar dia.
Menurut Sukrisna, program tersebut bertujuan memenuhi kebutuhan gizi seimbang para penerima manfaat, mulai dari sumber karbohidrat, protein, hingga vitamin.
"Jadi ada beras sebagai karbohidrat, proteinnya bisa dari daging sapi atau ikan, kemudian ada buah-buahan, sayuran, dan yang terakhir susu. Jadi gizinya itu komplet," katanya.
Namun, ia mengatakan Pemkab Bantul hanya mengalokasikan anggaran program SAPA selama enam bulan pada tahun 2026 karena adanya keterbatasan anggaran.
"Karena ada keterbatasan anggaran, kami hanya mampu menyalurkan bantuan ini selama enam bulan," ujar dia.
Sementara itu, Kepala Seksi Pengelolaan Bantuan Sosial dan Penanganan Korban Bencana Dinsos Bantul Jazim Ahmadi menjelaskan penyaluran bantuan dilakukan menggunakan sistem virtual account (VA) melalui pencetakan kode batang setiap bulan.
"VA kami cetak per bulan berdasarkan SK Bupati dan SK Kepala Dinsos, setelah dicetak, nanti pendamping mengambil dan langsung membagikannya ke masing-masing KPM," ujar dia.
VA tersebut kemudian ditukarkan dengan kebutuhan pokok di warung pangan warga yang telah ditunjuk oleh Dinsos sebagai salah satu upaya menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
"Jadi nanti kode batang VA itu ditukarkan dengan sembako di warung pangan warga yang sudah kami tunjuk," katanya.
Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
