Logo Header Antaranews Jogja

Basarnas sebut cuaca pengaruhi evakuasi korban KMP Mutiara Sentosa II

Senin, 3 Agustus 2026 19:52 WIB
Image Print
Kepala Basarnas Mohammad Syafii saat berada di Gapura Surya Nusantara di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. ANTARA/Indra Setiawan

Surabaya (ANTARA) - Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyebut kondisi cuaca di perairan Sumenep sekitar lokasi kebakaran KMP Mutiara Sentosa II menjadi salah satu tantangan dalam proses evakuasi korban.

"Kita tahu pada saat kejadian kondisi cuaca di perairan tidak baik-baik saja. Karena itu, dalam proses evakuasi juga memakan waktu, tapi Alhamdulillah dalam satu hari seluruh korban yang ada bisa kita evakuasi dengan bantuan teman-teman kapal yang melintas," ujarnya saat dikonfirmasi di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Senin.

Ia mengemukakan, korban yang berhasil ditemukan tetap bisa dievakuasi berkat bantuan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Ia mengatakan, Basarnas juga memanfaatkan aplikasi untuk membantu kapal SAR dalam melaksanakan pola pencarian.

Sistem tersebut, kata dia, memperhitungkan arah angin, kecepatan arus, tinggi gelombang, serta kecepatan ombak agar area pencarian dapat ditentukan secara lebih akurat

"Itu menjadi bahan masukan atau pertimbangan untuk menentukan pola operasi," ucapnya.

Basarnas memastikan, operasi pencarian tetap dilanjutkan hingga ada kepastian berdasarkan hasil verifikasi data dan laporan resmi dari seluruh pihak terkait.

"Kita berharap mudah-mudahan seluruh korban sudah ditemukan sehingga pencarian itu tidak sampai mendapatkan korban kembali," katanya.

Insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II terjadi di perairan utara Kabupaten Sumenep, Minggu (2/8). Kapal penumpang jenis Ro-Ro yang melayani rute Surabaya–Makassar tersebut dilaporkan mengalami kebakaran sekitar pukul 06.00–07.00 WIB saat berlayar di perairan utara Madura.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Basarnas sebut cuaca pengaruhi evakuasi korban KMP Mutiara Sentosa II



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026