
Pemkab Bantul siapkan ribuan pompa cegah gagal panen akibat kemarau

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menyiapkan ribuan unit pompa air dan sarana irigasi pendukung guna mencegah potensi gagal panen akibat musim kemarau di wilayah tersebut.
Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo di Bantul, Senin, mengaku dampak musim kemarau terhadap lahan pertanian di wilayahnya masih relatif terkendali dan belum ada laporan gagal panen dari petani.
"Gagal panen sementara ini kita belum ada laporan," kata Joko.
Ia menjelaskan Pemkab Bantul mengandalkan lebih dari 4.000 unit pompa air yang dikelola gabungan kelompok tani (gapoktan) untuk menjaga kelancaran pasokan air irigasi.
Selain menyiagakan ribuan pompa, DKPP Bantul juga membangun sistem irigasi perpompaan (irpom) di 20 titik lokasi strategis, termasuk 11 titik di Kecamatan Dlingo yang memiliki wilayah lahan kering terluas.
Baca juga: Hadapi El Nino, Mentan mengandalkan pengalaman dan mitigasi dini
Baca juga: BPBD Kulon Progo mendistribusikan air bersih ke warga terdampak kemarau
Menurut dia keberadaan irpom sangat efektif membantu saat musim kemarau karena mampu memanfaatkan sumber air dari sungai-sungai yang ada di Kabupaten Bantul.
"Kita punya enam sungai di antaranya Winongo, Bedog, Opak dan termasuk daerah paling strategis dibanding daerah lainnya di DIY," ujarnya.
Di samping kesiapan sarana fisik, Pemkab Bantul aktif menyosialisasikan mengenai langkah-langkah antisipasi gagal panen selama musim kemarau di antaranya penggunaan varietas padi umur pendek serta mengimbau petani di area krisis air.
"Kita sudah sosialisasi silakan yang tanam padi ya tanamnya yang jenis umur pendek," katanya.
Ia menambahkan apabila suatu wilayah mengalami keterbatasan air yang cukup parah, sehingga tidak memungkinkan ditanami padi, petani disarankan beralih menanam komoditas palawija.
Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
