
Kemenekraf perkuat KPT Ekraf jadi penggerak hilirisasi

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) memperkuat peran Konsorsium Perguruan Tinggi (KPT) Ekraf sebagai motor pengembangan talenta dan hilirisasi inovasi kreatif melalui penyelenggaraan Creative Consortium Summit & Innovation Challenge (CCSIC) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada September di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan KPT Ekraf menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengimplementasikan Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026-2045, terutama dalam memperkuat riset, pendidikan, inovasi, serta pengembangan talenta ekonomi kreatif di berbagai daerah.
"KPT Ekraf perlu diperkuat agar riset, pendidikan, inovasi, dan pengembangan talenta ekonomi kreatif berjalan selaras dengan agenda inovasi, termasuk melalui World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026. Dengan demikian, KPT Ekraf akan menjadi mitra strategis dalam pengembangan ekonomi kreatif nasional," ujar Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.
Menteri Ekraf menjelaskan program KPT Ekraf seperti CCSIC tidak hanya berhenti pada pengembangan riset dan kekayaan intelektual, tetapi harus mampu mengantarkan hasil inovasinya menuju komersialisasi ke pasar global.
Kementerian Ekraf akan mendorong elemen penting transformasi dari rantai nilai create, protect, and commercialize.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting hilirisasi riset kampus yang mampu dikomersialisasikan menjadi produk atau karya unggulan, yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca juga: Wamen Ekraf ajak masyarakat bangga beli dan gunakan produk lokal
"Menariknya, inovasi yang lahir dari KPT Ekraf jangan berhenti menjadi karya ilmiah atau kekayaan intelektual semata, tetapi harus mampu dikomersialisasikan menjadi produk atau karya unggulan, berkembang sebagai brand nasional hingga ekspansi global. Inilah ekonomi kreatif yang menghasilkan nilai tambah," jelas Menteri Ekraf.
KPT Ekraf merupakan perkumpulan perguruan tinggi yang fokus pada pengembangan pendidikan, riset, talenta, dan inovasi bidang ekonomi kreatif yang beranggotakan 15 perguruan tinggi.
Diinisiasi oleh Kementerian Ekraf sejak Januari 2025 di Universitas Indonesia, kini KPT Ekraf sudah berbadan hukum dan siap mendukung pengembangan ekosistem ekonomi kreatif berbasis perguruan tinggi negeri dan swasta.
Ketua Umum KPT Ekraf sekaligus Ketua Program Studi Magister Terapan Industri Kreatif Universitas Indonesia Dewi Kartika Sari mengatakan CCSIC 2026 akan mempertemukan akademisi, mahasiswa, pegiat industri, komunitas kreatif, dan pemerintah untuk merumuskan arah pengembangan ekonomi kreatif berbasis perguruan tinggi sekaligus mengurasi inovasi kreatif yang siap dikembangkan ke tahap komersialisasi.
Forum yang dijadwalkan pada September itu mengusung tema "Creative Industries: Local Heroes to National Champions, Go Global" dan menjadi bagian dari "Road To World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026", yang menghadirkan ruang kolaborasi untuk berbagi terkait roadmap industri kreatif, khususnya bidang pendidikan.
"Sinergi juga diharapkan melalui innovation challenge atau semacam kompetisi yang mampu menjaring talenta-talenta lokal untuk create brand yang bisa terakselerasi. Kami berharap KPT Ekraf bisa terus mendukung program-program Kementerian Ekraf yang semakin berdaya," kata Dewi.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemenekraf perkuat KPT Ekraf jadi penggerak hilirisasi talenta kreatif
Pewarta : Fitra Ashari
Editor:
Wening Caya Ing Tyas
COPYRIGHT © ANTARA 2026
