Logo Header Antaranews Jogja

Dubes RI nilai diplomasi agama perlu lengkapi diplomasi konvensional

Rabu, 5 Agustus 2026 16:29 WIB
Image Print
Duta Besar Republik Indonesia untuk Takhta Suci Vatikan Michael Trias Kuncahyono dalam The 10th International Conference on Sustainable Innovation (ICoSI) 2026 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Yogyakarta, Rabu. ANTARA/HO-Humas UMY

Yogyakarta (ANTARA) - Duta Besar Republik Indonesia untuk Takhta Suci Vatikan Michael Trias Kuncahyono menilai diplomasi berbasis agama perlu melengkapi diplomasi konvensional untuk membantu penyelesaian konflik yang berakar pada identitas keagamaan.

"Diplomasi sekuler antarnegara kerap gagal menyelesaikan konflik yang berakar pada keyakinan. Karena itu, pendekatan berbasis keyakinan menjadi hal yang esensial dalam diplomasi internasional saat ini," kata Michael Trias Kuncahyono saat menjadi pemapar utama pada The 10th International Conference on Sustainable Innovation (ICoSI) 2026 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Yogyakarta, Rabu.

Menurut Trias, aktivitas diplomatik saat ini dipengaruhi konteks budaya dan agama, selain faktor politik domestik maupun internasional. Karena itu, diplomasi konvensional perlu dilengkapi dengan dialog berbasis keagamaan.

Ia menjelaskan diplomasi berbasis agama menempatkan pemuka dan lembaga keagamaan sebagai mitra negara dalam memfasilitasi dialog dan negosiasi di antara pihak-pihak yang berkonflik.

Pandangan tersebut berangkat dari pengalamannya sebagai jurnalis yang meliput langsung konflik di Timur Tengah, termasuk Irak pada 2003. Pengalaman itu, menurut dia, menunjukkan bahwa pemahaman dan literasi agama sama pentingnya dengan penguasaan isu keamanan dan politik bagi seorang diplomat.

Dalam kesempatan itu, Trias juga membagikan pengalamannya saat berdiskusi dengan Pemimpin Gereja Katolik Dunia Paus Fransiskus mengenai keberagaman di Indonesia.

Menurut dia, Paus Fransiskus kerap merujuk pada nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam berbagai pertemuan dengan tamu dari berbagai negara.

"Saya sampaikan kepada Bapa Suci bahwa Indonesia punya lebih dari 17 ribu pulau dengan banyak agama dan ragam etnis, namun tetap bisa bersatu," katanya.

Trias menegaskan keberagaman Indonesia yang tetap harmonis menjadi modal diplomasi yang kuat di forum keagamaan internasional. Menurut dia, pendekatan berbasis agama bukan untuk mempromosikan agama tertentu, melainkan membangun dunia yang lebih toleran melalui penguatan rasa saling percaya antarumat beragama.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dubes RI nilai diplomasi agama perlu lengkapi diplomasi konvensional



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026