
BPS: Kinerja positif lapangan usaha mendorong pertumbuhan ekonomi DIY

Yogyakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut kinerja positif lapangan usaha mendorong pertumbuhan ekonomi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) secara tahunan yang sebesar 5,75 persen (year-on-year) pada triwulan II 2026, dibandingkan triwulan II 2025.
"Pertumbuhan ekonomi secara tahunan didorong oleh kinerja positif seluruh lapangan usaha," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS DIY Endang Tri Wahyuningsih di Yogyakarta, Rabu.
Menurut dia, lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah pengadaan listrik dan gas sebesar 13,98 persen, diikuti oleh penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 10,56 persen, serta jasa lainnya sebesar 9,79 persen.
Lima sektor utama, yaitu industri pengolahan, penyediaan akomodasi dan makan minum, konstruksi, pertanian, kehutanan, dan perikanan, serta informasi dan komunikasi, memberikan kontribusi sebesar 52,19 persen terhadap perekonomian DIY.
"Lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi sumber pertumbuhan terbesar dari sisi produksi dengan kontribusi sebesar 1,04 poin persentase terhadap total pertumbuhan ekonomi," katanya.
Lebih lanjut, perekonomian DIY pada triwulan II-2026 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku, tercatat sebesar Rp55,77 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan mencapai Rp34,52 triliun.
Secara tahunan, ekonomi DIY tumbuh sebesar 5,75 persen (year-on-year) dibandingkan triwulan II-2025, sementara secara kuartalan (quarter-to-quarter) ekonomi DIY tumbuh sebesar 1,12 persen dibandingkan triwulan I-2026.
"Secara kumulatif, perekonomian DIY selama semester I 2026 tumbuh sebesar 5,80 persen dibandingkan semester I 2025," katanya.
Secara kuartalan, pertumbuhan ekonomi DIY yang sebesar 1,12 persen menunjukkan aktivitas ekonomi DIY yang meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya yang sebesar 0,87 persen.
Aktivitas ekonomi pada triwulan II 2026 didukung momentum hari besar keagamaan nasional, libur nasional, cuti bersama, dan libur sekolah yang mendorong mobilitas masyarakat serta aktivitas pariwisata.
"Pertumbuhan juga ditopang berlanjutnya pembangunan infrastruktur, peningkatan aktivitas penyediaan akomodasi dan makan minum, perkembangan transaksi perdagangan secara elektronik, serta peningkatan belanja pegawai pemerintah," katanya.
Di Pulau Jawa, pertumbuhan ekonomi DIY sebesar 5,75 persen secara tahunan menempatkan DIY sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi, diikuti Jawa Barat sebesar 5,73 persen dan Jawa Timur sebesar 5,72 persen.
BPS menyebut kontribusi ekonomi DIY terhadap perekonomian Pulau Jawa tercatat sebesar 1,52 persen, sedangkan kontribusinya terhadap perekonomian nasional sebesar 0,86 persen.
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
