Logo Header Antaranews Jogja

DP3 Sleman belum terima laporan lahan pertanian terdampak kekeringan

Kamis, 6 Agustus 2026 18:00 WIB
Image Print
​Lahan persawahan di Kulon Progo. ANTARA/Sutarmi

Sleman (ANTARA) - Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, memastikan hingga saat ini belum menerima adanya laporan mengenai lahan pertanian terdampak kekeringan di wilayah setempat.

Kepala DP3 Kabupaten Sleman Liem Astuti di Sleman, menyampaikan hal tersebut di sela-sela Rapat Koordinasi (Rakor) Antisipasi Kekeringan dalam Rangka Pencapaian Target Swasembada Provinsi DIY yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian (Kementan).

"Sampai saat ini di Kabupaten Sleman belum ada laporan terkait dampak kekeringan pada tanaman," kata Liem Astuti.

Liem menambahkan realisasi realisasi luas tambah tanam (LTT) di Kabupaten Sleman sejak Januari hingga Juli 2026 telah mencapai 21.248,84 hektare (ha).

"Capaian tersebut terdistribusi di 17 kapanewon (kecamatan) dan telah memenuhi target angka kesanggupan penanaman yang ditetapkan untuk wilayah Kabupaten Sleman," katanya.

Baca juga: Dinas Pertanian Sleman menggelar gerakan serentak pengendalian hama tikus

Rakor yang digelar Kementan ini bertujuan mengonsolidasikan kesiapan serta strategi mitigasi kekeringan antarwilayah di DIY guna memitigasi risiko penurunan produksi pangan. Dalam forum tersebut, dibahas peta kondisi terkini serta kesiapan masing-masing kabupaten/kota dalam menghadapi musim kemarau.

Sejumlah narasumber lintas instansi hadir memberikan pemaparan teknis, antara lain Direktur Perbenihan Ditjen Tanaman Pangan Kementan selaku Penanggung Jawab Swasembada Pangan DIY, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY, Kepala Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP/BMRP) DIY, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO), serta Stasiun Klimatologi BMKG DIY.

BMKG memaparkan prakiraan cuaca terkini di wilayah DIY sebagai basis kewaspadaan, sementara BBWSSO menyampaikan strategi manajemen dan pergiliran air irigasi untuk mengantisipasi potensi defisit air.

Di sisi teknis budi daya, BMRP DIY memaparkan metode pertanaman yang adaptif terhadap kondisi kering.

Baca juga: DP3 Sleman fokus tingkatkan kapasitas SDM petani berbasis komoditas

Selain itu, Kepala DPKP DIY memaparkan capaian LTT Musim Tanam (MT) 1 dan MT 2 di tingkat provinsi, yang kemudian dilengkapi oleh evaluasi capaian LTT DIY tahun 2026 oleh Direktur Perbenihan Kementan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh para Kepala Dinas Pertanian dari seluruh kabupaten/kota se-DIY, Ketua Kelompok Substansi Penyuluhan DIY, serta Ketua Tim Kerja (Katimker) Penyuluhan dari Kabupaten Sleman, Bantul, Gunungkidul, dan Kulon Progo.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026