Logo Header Antaranews Jogja

BPS: Serapan tenaga kerja DIY terkonsentrasi pada 3 lapangan usaha

Kamis, 6 Agustus 2026 18:06 WIB
Image Print
Petani menggarap lahan di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Menurut BPS, usaha pertanian menjadi salah satu sektor dengan penyerapan tenaga kerja terbesar di DIY. (ANTARA/Hery Sidik)

Yogyakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebutkan penyerapan tenaga kerja di kabupaten dan kota provinsi ini terkonsentrasi pada tiga lapangan usaha utama, yaitu sektor pertanian, perdagangan dan industri.

"Lapangan usaha pertanian menyerap 21,75 persen dari total penduduk bekerja, diikuti usaha perdagangan sebesar 15,97 persen dan usaha industri sebesar 15,73 persen," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPS DIY Endang Tri Wahyuningsih di Yogyakarta, Kamis.

Dengan demikian, menurut Endang, secara keseluruhan, ketiga lapangan usaha utama tersebut menyerap tenaga kerja sekitar 53,45 persen penduduk bekerja di empat kabupaten dan kota se-DIY.

BPS mencatat jumlah penduduk bekerja di DIY pada Mei 2026 sebanyak 2,20 juta orang, sementara dari total 3,07 juta penduduk usia kerja, sebanyak 2,27 juta orang termasuk dalam angkatan kerja, sedangkan 796,78 ribu orang merupakan bukan angkatan kerja.

Dia mengatakan jika dibandingkan Februari 2026, peningkatan proporsi tenaga kerja terbesar terjadi pada lapangan usaha konstruksi, yaitu sebesar 0,82 persen poin.

"Berikutnya pada penyediaan akomodasi dan makan minum meningkat sebesar 0,71 persen poin serta industri sebesar 0,56 persen poin. Sementara itu, proporsi tenaga kerja pada lapangan usaha pertanian turun sebesar 2,84 persen poin," katanya.

Peningkatan penyerapan tenaga kerja pada sektor konstruksi berlangsung bersamaan dengan pelaksanaan program padat karya pada pekerjaan infrastruktur, pembangunan Sekolah Rakyat di Kulon Progo, dan pembangunan infrastruktur lainnya.

Pada sektor industri, lanjut dia, nilai ekspor hasil industri pengolahan DIY pada Mei 2026 meningkat 0,85 persen dibandingkan dengan ekspor industri pengolahan pada Mei 2025.

Berdasarkan status pekerjaan utama, buruh, karyawan, atau pegawai menjadi kelompok terbesar dengan proporsi 42,54 persen, diikuti pekerja yang berusaha sendiri sebesar 19,60 persen dan pekerja yang berusaha dibantu buruh tidak tetap sebesar 15,45 persen.

Dari sisi pendidikan, proporsi penduduk bekerja lulusan SLTA ke atas meningkat dari 59,92 persen pada Februari 2026 menjadi 61,08 persen pada Mei 2026, sementara penduduk bekerja lulusan SMK tercatat sebanyak 575,29 ribu orang atau 26,13 persen, menjadi kelompok terbesar menurut tingkat pendidikan.

"Sementara pekerja berpendidikan perguruan tinggi mencapai 19,81 persen, terdiri lulusan Diploma 4,80 persen dan universitas sebesar 15,01 persen. Proporsi pekerja berpendidikan SD ke bawah turun dari 23,13 persen menjadi 22,59 persen," katanya.



Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026