Logo Header Antaranews Jogja

UEFA: Ancaman boikot kompetisi FIFA masih terbuka

Jumat, 7 Agustus 2026 07:43 WIB
Image Print
Arsip foto - Presiden FIFA Gianni Infantino tiba untuk menghadiri konferensi pers menjelang pertandingan perebutan tempat ketiga dan laga final Piala Dunia FIFA Qatar 2022 di Pusat Media Utama pada 16 Desember 2022 di Doha, Qatar. ANTARA/Mustafa Yalçın - Anadolu Agency /pri.

Jakarta (ANTARA) - Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) menegaskan ancaman boikot terhadap kompetisi-kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia, masih berpeluang terbuka meski rencana penjualan saham komersial kompetisi tersebut ke investor swasta telah dibatalkan.

"Bagi kami, tidak ada yang berubah (ancaman boikot). Pertama, proposal penjualan kompetisi utama harus dibatalkan sepenuhnya. Kedua, harus ada jaminan bahwa upaya yang dapat merusak sepak bola seperti itu tidak akan pernah dilakukan lagi. Syarat-syarat tersebut belum dipenuhi," demikian pernyataan UEFA yang dikutip The Guardian pada Kamis (6/8).

Menurut UEFA, pembatalan rencana tersebut masih belum cukup untuk mengembalikan kepercayaan organisasi terhadap kepemimpinan Presiden FIFA, Gianni Infantino.

Sebelumnya, UEFA telah menyatakan kehilangan kepercayaan kepada Infantino dan menyebut proposal pembentukan FIFA Forward Enterprise sebagai kesepakatan yang tidak transparan serta disusun secara tertutup.

FIFA Forward Enterprise adalah perusahaan yang sebelumnya disiapkan untuk menjual sekitar 20 persen saham komersial Piala Dunia.

FIFA sebelumnya menyampaikan permohonan maaf atas penanganan rencana tersebut. Dalam pernyataan resminya, badan sepak bola dunia itu mengakui telah melakukan kesalahan dalam proses penyusunan proposal dan menyatakan penanganannya seharusnya dilakukan dengan cara berbeda.

Permohonan maaf itu disampaikan melalui surat kepada Dewan FIFA dan seluruh asosiasi anggota setelah rencana penjualan sekitar 20 persen saham komersial Piala Dunia senilai 20 miliar dolar AS menuai gelombang penolakan.

FIFA kemudian membatalkan proposal tersebut.

Meski demikian, pernyataan terbaru UEFA menunjukkan pencabutan proposal belum mengakhiri ketegangan antara FIFA dan sejumlah federasi Eropa.

Badan tertinggi sepak bola Eropa itu menegaskan sikapnya tidak berubah hingga FIFA memenuhi tuntutan yang telah disampaikan.



Pewarta :
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
COPYRIGHT © ANTARA 2026