Logo Header Antaranews Jogja

Spanyol kerahkan 300 polisi dan 2.000 tentara cegah gelombang migran

Minggu, 9 Agustus 2026 06:26 WIB
Image Print
Ilustrasi migran di enclave Ceuta, Spanyol. /ANTARA/Anadolu/py. (Anadolu)

Moskow (ANTARA) - Spanyol mengerahkan sekitar 300 personel polisi antihuru-hara dan 2.000 tentara di wilayah kantong (enklave) Ceuta untuk mencegah masuknya migran secara besar-besaran kembali terjadi, menyusul beredarnya seruan untuk gelombang migrasi baru secara daring, surat kabar 20minutos melaporkan pada Sabtu.

Sejumlah unggahan di media sosial menyerukan masuknya kembali migran secara massal ke Ceuta pada 15 Agustus.

Kementerian Dalam Negeri Spanyol mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa pihaknya siap menghadapi insiden baru, sementara Kementerian Pertahanan menyatakan pasukan yang ditempatkan di Ceuta akan tetap berada di wilayah tersebut hingga ada keputusan lain, demikian dilaporkan media tersebut.

Baca juga: Spanyol pasang penghalang di lepas pantai Ceuta untuk halau imigran

Baca juga: Spanyol pasang penghalang di lepas pantai Ceuta untuk halau imigran

Pada akhir Juli, Ceuta mengalami masuknya migran secara besar-besaran dari negara tetangga, Maroko.

Pada Selasa, Menteri Dalam Negeri Spanyol Fernando Grande-Marlaska mengatakan sekitar 72.000 migran telah memasuki wilayah Spanyol di pesisir Afrika Utara dan sekitar 70.000 di antaranya kemudian kembali ke Maroko.

Otoritas Maroko memperkirakan sekitar 40.000 orang telah memasuki enklave Spanyol tersebut.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA









Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Spanyol kerahkan 300 polisi dan 2.000 tentara cegah gelombang migran



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026