Logo Header Antaranews Jogja

Pemkab Grobogan dan Bank Jateng percepat digitalisasi dengan E-Retribusi

Minggu, 9 Agustus 2026 08:56 WIB
Image Print
Peluncuran e-Retribusi Pasar Rakyat di Kabupaten Grobogan resmi dilakukan di Alun-Alun Purwodadi pada Minggu, 19 Juli 2026, hasil kolaborasi antara Pemkab Grobogan dan Bank Jateng. ANTARA/HO-Bank Jateng

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, berkolaborasi dengan Bank Jateng meluncurkan Sistem E-Retribusi Pengelolaan Pasar guna mempercepat digitalisasi pelayanan publik serta meningkatkan transparansi dan efisiensi pengelolaan pendapatan daerah, Minggu (19/7/2026).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Grobogan Pradana Setyawan mengatakan bahwa penerapan sistem pembayaran non-tunai tersebut langsung diimplementasikan di tujuh pasar daerah, yakni Pasar Pagi, Pasar Induk Purwodadi, Pasar Agro Hortikultura, Pasar Glendoh, Pasar Danyang, Pasar Tuko, dan Pasar Tegowanu.

Pradana menjelaskan penerapan e-retribusi menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor perdagangan, karena seluruh transaksi retribusi tercatat secara elektronik, sehingga lebih tertib, transparan, memudahkan pengawasan, sekaligus memperkuat pengelolaan pendapatan daerah.

Sementara itu, Pimpinan Bank Jateng Cabang Purwodadi Cahya Imanuddin Firmansyah mengatakan digitalisasi retribusi pasar di Grobogan dimulai sejak 2023 melalui penerapan e-retribusi di Pasar Nglejok sebagai pilot project.

"Bukti keseriusan Bank Jateng untuk membawa perubahan digitalisasi di Kabupaten Grobogan diawali dari langkah kecil pada 2023. Saat itu Pasar Nglejok menjadi pilot project e-retribusi pasar," ujarnya.

Firman menjelaskan kolaborasi yang terus terjalin dengan Pemkab Grobogan membuat inovasi tersebut berkembang pesat hingga kini diterapkan di tujuh pasar daerah.

"Alhamdulillah pada 2026 ini implementasi e-retribusi telah merambah ke tujuh pasar. Perjalanan ini mencerminkan komitmen bersama dalam menghadirkan pengelolaan retribusi yang lebih transparan, akuntabel, dan modern," katanya.

Ia menegaskan Bank Jateng bangga menjadi bagian dari transformasi digital di Grobogan dan menurutnya elektronifikasi transaksi daerah tidak hanya memberikan kemudahan bagi pedagang dalam membayar retribusi, tetapi juga mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta memperkuat implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).

"Kami berharap semakin banyak inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Grobogan dan mendorong pelayanan publik yang semakin modern serta efisien," imbuh Firman.

Bupati Grobogan Setyo Hadi menegaskan seluruh pembayaran retribusi pasar ke depan dilakukan secara non-tunai dan tercatat secara elektronik dan dengan sistem tersebut, setiap transaksi dapat dipantau sehingga meminimalkan kesalahan pencatatan dan memperkuat pengawasan penerimaan daerah.

Ia meminta seluruh petugas pasar menjadi agen perubahan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dimana para pedagang diharapkan mendukung penerapan e-retribusi karena dinilai lebih praktis, aman, transparan, serta memiliki bukti pembayaran yang jelas.

"Pemkab berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan di pasar rakyat agar tetap menjadi pilihan utama masyarakat. Keberhasilan sistem ini tidak hanya diukur dari banyaknya pengguna, tetapi juga meningkatnya kualitas pelayanan, kepatuhan membayar retribusi, PAD, serta tumbuhnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah," tegasnya.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty turut mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Grobogan bersama Bank Jateng dalam menerapkan digitalisasi retribusi pasar rakyat, karena menurutnya penerapan sistem pembayaran elektronik bukan sekadar mengubah transaksi dari tunai menjadi non-tunai, melainkan menjadi wujud komitmen menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah, transparan, akuntabel, dan efisien.

Ia menilai pasar rakyat memiliki peran strategis sebagai penggerak UMKM, pencipta lapangan kerja, sekaligus penopang perekonomian daerah, sehingga digitalisasi menjadi langkah penting untuk memperkuat daya saing pasar tradisional di tengah perkembangan ekonomi digital.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026