Logo Header Antaranews Jogja

Kolaborasi lintas-sektor jaga ketahanan pangan, air, dan energi Kulon Progo

Senin, 10 Agustus 2026 07:55 WIB
Image Print
Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN). ANTARA/Ist

Yogyakarta (ANTARA) - Kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah, khususnya dalam menjaga ketahanan pangan, air, dan energi di Kabupaten Kulonprogo.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) sebagai bagian dari acara Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) yang diikuti oleh pejabat pimpinan tinggi pratama dari kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah, di Kabupaten Kulon Progo pada 4-8 Agustus 2026.

Kegiatan VKN yang dipimpin oleh Setia Budi, selaku fasilitator program tersebut menyoroti berbagai strategi, inovasi, serta praktik tata kelola pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan.

Kabupaten Kulon Progo menghadapi tantangan pembangunan yang kompleks, mulai dari perubahan iklim, ancaman kekeringan, alih fungsi lahan pertanian, hingga kebutuhan energi untuk mendukung sektor produktif.

Menghadapi kondisi tersebut, pemerintah daerah mengembangkan berbagai strategi berbasis kolaborasi, pemanfaatan data, inovasi, serta penguatan peran masyarakat.

Di sektor pangan, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terus mendorong diversifikasi pangan melalui pengembangan Kelompok Wanita Tani (KWT), pemanfaatan pekarangan, serta pengolahan komoditas lokal menjadi produk bernilai tambah.

Berbagai bahan pangan lokal seperti singkong, ubi, talas, gembili, kacang benguk, cabai, bawang merah, hingga lidah buaya dikembangkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.

Langkah tersebut diperkuat dengan pelatihan pengolahan pangan, fasilitasi perizinan Produk Industri Rumah Tangga (PIRT), serta kerja sama dengan perguruan tinggi dan akademisi.

Sementara dalam menjaga ketersediaan air, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mengembangkan pendekatan terpadu yang mengintegrasikan konservasi lingkungan dan pengelolaan irigasi pertanian.

Upaya tersebut mencakup reforestasi di kawasan tangkapan mata air, pembangunan sarana pemanenan air hujan, pengembangan reservoir komunal, perlindungan kawasan resapan, hingga penguatan sistem peringatan dini.

Pengelolaan air pertanian juga ditopang melalui pengaturan tata tanam, pemetaan wilayah rawan kekeringan, penguatan kelembagaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), serta pembentukan Brigade Pompa, yang dipadukan dengan pemanfaatan embung, dam parit, irigasi perpipaan, dan sumur pantek sebagai strategi diversifikasi sumber air untuk menjaga keberlangsungan produksi pertanian.

Ketahanan pangan, air, dan energi dipandang sebagai satu kesatuan yang saling berkaitan, karena produksi pangan membutuhkan ketersediaan air, sementara pengelolaan dan distribusi air pertanian juga memerlukan dukungan pasokan energi.

Sebagai langkah inovatif di sektor energi, pemerintah daerah menghadirkan program a Listrik Masuk Kawasan Pertanian atau Limasan Tani untuk mendukung operasional pompa air dan meningkatkan efisiensi kegiatan pertanian.

Transformasi digital turut memperkuat tata kelola daerah melalui penerapan Sistem Online Monitoring (Onlimo) untuk memantau kualitas air secara berkelanjutan dan mendukung pengelolaan data pertanian serta layanan publik.

Pengalaman Kabupaten Kulon Progo membuktikan pembangunan daerah membutuhkan kepemimpinan yang mampu membaca perubahan, mengantisipasi risiko, serta mengambil keputusan secara cepat dan kolaboratif serta keterlibatan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat secara berkelanjutan.

Kegiatan Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) tersebut diikuti oleh Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK); Kementerian Koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah (Infrawil); Kementerian Sosial; Kementerian Ketenagakerjaan; Kejaksaan Agung; LKPP; BPK; KPK; LKPP; Perpusnas; Sekretariat DPR; Pemprov Kepulauan Riau; Pemprov Jambi; Pemkab Tanah Bumbu; dan Pemkab Kepahiang.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026