
BPBD Sleman menggelar apel siaga karhutla uji kesiapan personel

Sleman (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar apel kesiapsiagaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 2026 guna menguji kesiapan personel serta sarana prasarana dalam menghadapi potensi bencana.
Apel gabungan yang dipimpin Plt. Wakapolresta Sleman AKBP Sudarmawan tersebut diikuti sebanyak 250 personel dari unsur TNI, Polri, BPBD, tim SAR, Satpol PP, perwakilan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), hingga unsur potensi relawan penanggulangan bencana.
AKBP Sudarmawan di Sleman, Selasa, mengatakan apel ini merupakan momentum penting untuk memastikan seluruh unsur penanggulangan bencana di Sleman memperkuat deteksi dini, memantau wilayah rawan, serta memelihara kecepatan komunikasi dan koordinasi.
"Kesiapsiagaan bencana kebakaran bukan semata persoalan penanggulangan api. Dampak kebakaran jauh lebih luas, mulai dari kerusakan ekosistem, terganggunya kualitas udara, hingga terganggunya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat," kata Sudarmawan saat membacakan amanat Bupati Sleman Harda Kiswaya,
Ia mengatakan kewaspadaan terhadap karhutla menjadi perhatian sangat penting di Kabupaten Sleman mengingat daerah ini memiliki karakteristik kawasan lingkungan yang harus dijaga ketat, terutama di wilayah lereng dan kawasan hutan Gunung Merapi.
Oleh karena itu, prinsip eling lan waspodo (ingat dan waspada), kata dia, harus dijadikan pegangan utama oleh semua pihak melalui sinergi yang solid antara pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan, dan elemen masyarakat.
"Saya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk menjadi 'mata dan telinga' dalam menjaga lingkungan. Segera laporkan setiap potensi titik api atau indikasi kebakaran kepada pihak berwenang agar dapat ditangani sedini mungkin," katanya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sleman Bambang Kuntoro selaku penanggung jawab kegiatan menjelaskan, apel kesiapsiagaan ini merupakan langkah strategis untuk meminimalisasi risiko bencana kebakaran di kawasan lahan rentan dan lereng gunung.
Selain menggelar pasukan, kegiatan ini juga difungsikan untuk menguji kesiapan dan kelaikan peralatan pemadam kebakaran serta menyelaraskan komando operasional lintas instansi di wilayah Kabupaten Sleman.
"Kepada seluruh personel dan relawan yang bertugas, tetap jaga disiplin, utamakan keselamatan, serta laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab demi mewujudkan Sleman yang tangguh bencana," katanya.
Pewarta : Sutarmi
Editor:
Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
