Logo Header Antaranews Jogja

Presiden Lebanon: Israel harus tinggalkan wilayah kami

Rabu, 12 Agustus 2026 12:13 WIB
Image Print
Kerusakan akibat serangan udara Israel di kota Mayfadoun, Kegubernuran Nabatieh, Lebanon selatan, pada 23 Juni 2026. Sejumlah bangunan dan kendaraan mengalami kerusakan parah akibat serangan udara yang dilancarkan oleh pasukan Israel. Tingkat kerusakan di kota tersebut didokumentasikan setelah serangan terjadi. ANTARA/Houssam Shbaro - Anadolu Agency /pri.

Beirut (ANTARA) - Lebanon tidak akan membiarkan Israel untuk terus berada di wilayahnya dan akan mengupayakan penarikan penuh pasukan Israel, kata Presiden Lebanon Joseph Aoun pada Selasa (11/8).

"Pada akhirnya, kami tidak akan membiarkan Israel tetap berada, bahkan satu inci pun di tanah kami, atau membiarkan satu pun tentara Israel tetap berada di wilayah kami," kata Presiden Aoun saat bertemu dengan delegasi Maronite Foundation in the World, sebagaimana dikutip oleh kantor kepresidenan.

Ia menambahkan bahwa seluruh rakyat Lebanon sepakat dengan tujuan-tujuan utama, yakni penarikan pasukan Israel, pemulangan tawanan dan rekonstruksi daerah-daerah yang hancur.

Aoun juga mengatakan terdapat kemajuan dalam perundingan yang dinilainya lebih baik daripada dampak perang yang menghancurkan.

Baca juga: Israel kembali serang Lebanon, langgar gencatan senjata

Baca juga: AS, Israel, Lebanon teken kerangka kerja kesepakatan akhiri konflik


Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa penandatanganan perjanjian kerangka kerja telah menurunkan jumlah serangan Israel serta mendorong lebih banyak warga Lebanon yang kembali ke tanah air pada musim panas.

Presiden menyatakan bahwa sudah saatnya bagi penduduk Lebanon selatan untuk mencapai stabilitas di tanah kelahiran mereka dan memulihkan fungsi negara secara penuh, terlepas dari adanya penentangan.

Lebanon dan Israel menandatangani perjanjian kerangka kerja di Washington pada 26 Juni yang memuat ketentuan gencatan senjata penuh dan pemulihan kendali militer Lebanon atas wilayah selatan negara tersebut, dengan syarat pelucutan senjata kelompok Hizbullah.

Perundingan yang membahas mekanisme pelaksanaannya dilanjutkan di Roma pada 6-7 Agustus.

Meskipun demikian, serangan-serangan Israel terhadap Lebanon masih terjadi hampir setiap hari. Israel masih mempertahankan kehadiran militer di selatan Lebanon yang menyebabkan sebagian besar penduduk lokal terpaksa mengungsi.

Sumber: SPutnik/RIA Novosti





Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Presiden Lebanon: Israel harus tinggalkan wilayah kami



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026