Logo Header Antaranews Jogja

Sleman salurkan TJSP Rp20,2 miliar untuk pemberdayaan masyarakat

Rabu, 12 Agustus 2026 14:10 WIB
Image Print
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyerahkan TJSL pada keluarga penerima program Gebyar TJSP Merdeka peringatan HUT ke-81 RI di Sleman, DIY. ANTARA/Sutarmi

Sleman (ANTARA) - Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyalurkan dukungan dana sebesar Rp20,2 miliar sepanjang 2025 yang menjangkau seluruh kapanewon melalui 971 kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pembangunan daerah.

Ketua Forum TJSP Sleman Edy Nugroho di Sleman, Rabu, mengatakan penyaluran bantuan tersebut terus ditingkatkan sinerginya bersama lintas sektor demi mendukung visi pembangunan Sleman yang berdaulat, adil, dan makmur.

"Sepanjang tahun 2025, anggota Forum TJSP Kabupaten Sleman telah menyalurkan dukungan dana TJSP sebanyak Rp20,2 miliar menjangkau seluruh kapanewon dengan 971 kegiatan," ujar Edy Nugroho dalam keterangannya pada agenda Gebyar TJSP Merdeka peringatan HUT ke-81 RI di Sleman.

Ia menambahkan, pada 2026, partisipasi dunia usaha semakin solid dengan hadirnya 49 perusahaan yang berkontribusi dalam beragam program CSR. Bantuan tersebut meliputi bantuan paket sembako, peralatan usaha, beasiswa pendidikan, pembangunan infrastruktur, hingga pengadaan sarana prasarana kesehatan dan lingkungan.

Menurut Edy, Forum TJSP berkomitmen menyelaraskan seluruh program pemberdayaan agar tepat sasaran, terukur, dan berkelanjutan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sleman.

"Sinergi ini bermakna pemerintah, perusahaan, masyarakat, dan akademisi duduk bersama. Kita ingin setiap rupiah TJSP dapat diukur dampaknya secara nyata," katanya.

Baca juga: BPBD Sleman menetapkan Siaga Darurat Kekeringan antisipasi El Nino

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengatakan program TJSP Merdeka bukan sekadar penyerahan bantuan materiil secara simbolis, melainkan stimulus untuk memantik kemandirian ekonomi dan sosial masyarakat.

Danang secara khusus mengingatkan para penerima manfaat, terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), agar benar-benar memanfaatkan bantuan alat usaha dengan tekun dan tidak menghentikan operasional di tengah jalan.

"Bisnis itu butuh ketelatenan, kuncinya di situ. Usaha itu kadang ramai, kadang sepi. Namun kalau tidak konsisten, Anda bagian dari orang yang tidak masuk dalam ujian untuk sukses. Kalau dibantu modal atau sarana usaha seperti angkringan, gunakan sungguh-sungguh untuk jualan dan tingkatkan ekonomi keluarga," imbau Danang.

Ia mengungkapkan keprihatinannya atas temuan di lapangan di mana bantuan peralatan usaha sering kali tidak berlanjut atau hilang setelah acara seremonial selesai.

"Pengalaman saya, setelah beberapa bulan dicek, kadang bantuannya sudah tidak ada. Jangan sampai setelah acara simbolis ini cerita bantuannya tidak tahu ke mana. Kami dari pemerintah terus mendorong kemandirian ekonomi, tetapi ini membutuhkan komitmen dari penerima bantuan," ungkapnya.

Baca juga: PSS Sleman kenalkan sembilan pemain baru hadapi Super League 2026/2027

Danang menegaskan pentingnya memegang teguh filosofi Jawa "saekayet saeko projo" yang bermakna semangat gotong royong, bahu-membahu, dan bekerja sama antar-pimpinan dan rakyat demi satu tujuan kebaikan.

Ia juga mengingatkan falsafah luhur "Dudu sopo sing paling kuat, nanging sopo sing gelem bebarengan tumindak kanggo kebecikan" (Bukan siapa yang paling kuat, melainkan siapa yang mau bergerak bersama-sama untuk kebaikan).

"Sebagai makhluk sosial, kita tidak bisa tumbuh sendiri. Di saat berada di atas jangan jumawa, di saat di bawah jangan patah semangat. Semua orang memiliki hak yang sama untuk berhasil dan sejahtera. Harapan saya kolaborasi pentahelix melalui TJSP ini terus diperluas untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat," kata Danang.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026