
Bakesbangpol Yogyakarta tingkatkan literasi demokrasi melalui pendidikan politik

Yogyakarta (ANTARA) - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Yogyakarta meningkatkan literasi demokrasi bagi pelajar dan generasi muda melalui pendidikan politik, dengan menggandeng Komite Independen Sadar Pemilu (KISP) meluncurkan rangkaian Program Strategis Pendidikan Politik dan Demokrasi.
"Langkah komprehensif ini diambil untuk mendorong penguatan generasi muda berwawasan budaya demokrasi dan politik yang sehat, berpartisipasi aktif dalam kehidupan demokrasi," kata Kabid Poldagri dan Ormas Bakesbangpol Yogyakarta Polana Setiya Hati di Yogyakarta, Rabu.
Selain itu, program tersebut untuk pengawalan kebijakan publik yang pada akhirnya secara komprehensif diharapkan terwujud generasi pemilih pemula yang berkualitas dan implementasi demokrasi substansial di Kota Yogyakarta.
Rangkaian program ini terdiri dari tiga agenda, yakni Parlemen Pelajar, Olimpiade Demokrasi Kota Yogyakarta, dan Lomba Konten Inisiasi Demokrasi.
Ketiga agenda ini mengintegrasikan literasi demokrasi dan politik dalam mekanisme pembelajaran simulasi persidangan di gedung parlemen, kompetisi cerdas cermat terkait demokrasi dan politik.
"Hingga pemanfaatan media sosial seperti Instagram dan TikTok, untuk memproduksi narasi edukatif tentang demokrasi yang inklusif dan menangkal disinformasi AI (kecerdasan buatan)," kata Polana.
Menurut dia, kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya atraktif meningkatkan awareness terkait politik di kalangan generasi muda.
"Pendidikan politik dan demokrasi bukan sekadar membangun generasi penerus yang memahami praktik politik secara etik, rasional, dan berorientasi pada kepentingan publik," katanya.
Menurut dia, melalui Parlemen Pelajar, Olimpiade Demokrasi, dan Lomba Konten Inisiasi Demokrasi, Bakesbangpol membuka ruang seluas-luasnya bagi pelajar dan pemuda Yogyakarta untuk memahami fungsi peran dan mekanisme kerja legislatif.
"Melalui metode pembelajaran role play replikasi kerja wakil rakyat, meningkatkan pemahaman demokrasi dan politik, serta menyuarakan aspirasi mereka di ruang digital," katanya.
Menurut dia, program Parlemen Pelajar akan dilaksanakan pada 18 Agustus di gedung DPRD Yogyakarta, melibatkan 40 perwakilan pelajar terpilih dari Forum Komunikasi Pengurus OSIS (FKPO) SMA dan SMK dan Forum Anak Kota Yogyakarta (Fakta).
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
