
UNY perkuat kolaborasi industri nasional untuk mobilitas kampus berkelanjutan

Yogyakarta (ANTARA) - Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggunakan bus listrik 8 meter dari PT VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR) sebagai upaya memperkuat kolaborasi industri nasional untuk mobilitas kampus yang berkelanjutan.
"Penggunaan bus listrik VKTR merupakan bagian dari upaya UNY dalam menciptakan lingkungan kampus yang lebih hijau," kata Rektor UNY Prof Sumaryanto dalam keterangan di Yogyakarta, Kamis.
Menurut dia, dua unit Bus Listrik 8 Meter yang diserahkan PT VKTR kepada UNY pada Selasa (11/8) tersebut sebagai bagian dari komitmen bersama dalam mendukung transformasi mobilitas yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan di lingkungan pendidikan.
Kolaborasi ini menjadi wujud kepercayaan terhadap kemampuan industri nasional dalam menghadirkan solusi kendaraan listrik yang andal dan sesuai dengan kebutuhan operasional.
Rektor mengatakan, hal itu sejalan dengan agenda UNY dalam mendukung SDGs 7,11, dan 13, bersama Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi poin 6 tentang kemitraan dan poin 5 tentang hasil kerja yang digunakan oleh masyarakat, sekaligus memberikan pengalaman mobilitas yang lebih nyaman bagi sivitas akademika.
"Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi contoh implementasi teknologi ramah lingkungan di sektor pendidikan," katanya.
Bagi UNY, kehadiran bus listrik menjadi langkah nyata dalam menghadirkan sistem transportasi kampus yang lebih modern, nyaman, dan ramah lingkungan, sekaligus memperkuat komitmen institusi terhadap prinsip keberlanjutan.
Direktur Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas A. Ardiansyah Bakrie mengatakan bus listrik yang digunakan UNY merupakan Bus Listrik VKTR 8 Meter yang dirancang untuk mendukung mobilitas kawasan dengan kapasitas hingga 30 penumpang dalam konfigurasi duduk dan berdiri.
Kendaraan ini menggunakan sistem penggerak sepenuhnya bertenaga listrik dengan jarak tempuh hingga 270 kilometer dalam satu kali pengisian daya, sehingga mampu mendukung operasional harian secara efisien sekaligus menghasilkan emisi yang lebih rendah dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil.
Penggunaan bus listrik ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan mobilitas sivitas akademika sekaligus menjadi sarana edukasi nyata mengenai penerapan teknologi transportasi ramah lingkungan di lingkungan kampus.
"Kolaborasi ini menunjukkan bahwa produk manufaktur dalam negeri mampu menjawab kebutuhan mobilitas institusi dengan solusi yang efisien, andal, dan berkelanjutan. Kami harap kehadiran bus listrik ini tidak hanya mendukung operasional kampus, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia," katanya.
Kolaborasi ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional dan pengurangan emisi sektor transportasi.
Sebab, kata dia, lingkungan kampus memiliki peran strategis sebagai ruang implementasi sekaligus pembelajaran bagi generasi muda mengenai pentingnya mobilitas rendah emisi dan pembangunan berkelanjutan.
Pewarta : HRI
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
