
Kesbangpol minta pengemudi Ojol terus jadi agen perubahan digital

Sleman (ANTARA) - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta meminta para pengemudi ojek online (Ojol) untuk konsisten menjadi agen perubahan digital dalam menyikapi perkembangan teknologi dan menjaga iklim kondusif di masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pembinaan Karakter Bangsa dan Pembaruan Kebangsaan Bakesbangpol Sleman Bagus Jalu Anggara saat menghadiri silaturahmi Paguyuban Guyub Rukun Driver Shopee Food Nyawiji Yogyakarta, di Condongcatur, Sleman, Kamis.
"Para pengemudi ini merupakan contoh nyata dari disrupsi teknologi. Kami berharap seluruh komunitas pengemudi dapat menjadi agen perubahan dan literasi digital yang mampu memanfaatkan serta menyikapi perkembangan teknologi secara bijak," katanya.
Ia menekankan kebebasan berserikat, berkumpul, dan menyampaikan pendapat merupakan hak setiap warga negara, sehingga Pemerintah Kabupaten Sleman mengapresiasi pemanfaatan hak tersebut melalui pembentukan komunitas positif yang mengedepankan silaturahmi dan aksi sosial.
Bagus mengimbau agar setiap dinamika maupun permasalahan yang terjadi di lapangan dapat dikelola dengan baik dan diselesaikan secara produktif, damai, serta sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, tanpa memicu konflik internal.
"Forum seperti ini tidak hanya menjadi tempat mempererat persaudaraan, tetapi juga ruang produktif untuk menyampaikan aspirasi dan masukan kepada pemerintah, khususnya terkait berbagai regulasi sektor ojek online yang tengah digodok," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Unit Bintipsos Satuan Binmas Polresta Sleman Iptu Sugihartono mengajak para pengemudi ojek daring untuk berkolaborasi dengan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
"Para pengemudi memiliki peran strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat setiap hari. Kami berharap rekan-rekan pengemudi dapat membantu deteksi dini dan memberikan informasi jika melihat potensi gangguan keamanan melalui layanan 110, serta menghindari aksi main hakim sendiri," kata Sugihartono.
Sementara itu, Ketua Panitia Acara Andi Agus Setiawan mengatakan kegiatan yang dihadiri sekitar 100 pengemudi tersebut diisi dengan agenda konsolidasi internal, doa bersama, penyerahan santunan sosial, serta pembagian doorprize.
"Melalui kegiatan bertema persatuan tersebut, seluruh elemen pengemudi sepakat untuk terus mempererat solidaritas antaranggota lintas aplikator serta mendukung terciptanya iklim kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Sleman dan Yogyakarta," katanya.
Pewarta : Sutarmi
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
