Logo Header Antaranews Jogja

Pakar UGM: Pentingnya sistem peternakan tangguh hadapi perubahan iklim

Sabtu, 15 Agustus 2026 19:13 WIB
Image Print
Pekerja memberi makan sejumlah sapi Bali (Bos Javanicus domesticus) di sebuah kandang di Tanjung, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (20/4/2026). ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/wsj.

Yogyakarta (ANTARA) - Pakar Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Siti Indarwati menekankan pentingnya membangun sistem peternakan yang tidak hanya produktif, tetapi juga tangguh menghadapi perubahan iklim, globalisasi, bencana, serta berbagai tekanan sosial dan ekonomi.

"Perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan, melainkan realitas yang telah dirasakan secara nyata oleh peternak saat ini," kata Guru Besar Fakultas Peternakan UGM tersebut di Yogyakarta, Sabtu.

Menurut dia, perubahan iklim telah menjadi realitas yang dirasakan langsung peternak, seperti perubahan pola curah hujan, peningkatan suhu lingkungan, dan semakin seringnya kejadian iklim ekstrem berdampak terhadap ketersediaan pakan.

Selain itu, kata dia, kesehatan ternak, produktivitas usaha, hingga keberlanjutan mata pencaharian peternak juga dapat terkena dampak perubahan iklim tersebut.

Menurut dia, sektor peternakan berada dalam posisi yang unik, karena di satu sisi merupakan salah satu sektor yang terdampak perubahan iklim.

"Namun, di sisi lain, sektor ini juga memiliki peluang untuk berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim melalui penerapan teknologi dan manajemen usaha yang lebih berkelanjutan," katanya.

Karena itu, katanya, strategi mitigasi dan adaptasi perlu dilakukan secara terpadu, mitigasi diarahkan pada peningkatan efisiensi produksi, perbaikan kualitas pakan, pemanfaatan teknologi pakan, pengolahan limbah ternak menjadi biogas, serta penerapan sistem peternakan ramah lingkungan.

Baca juga: Pakar UGM: Inovasi hijauan pakan fondasi penting dalam sistem peternakan

Baca juga: Kementan usulkan telur masuk skema CPP demi lindungi peternak rakyat

"Sementara adaptasi dilakukan melalui modifikasi sistem produksi dan manajemen, pengembangan ternak yang lebih toleran terhadap stres panas, penguatan kelembagaan peternak, pemanfaatan teknologi informasi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia peternak," katanya.

Siti menekankan konsep Sustainable Livelihood Framework sebagai salah satu pendekatan penting untuk memahami keberlanjutan kehidupan peternak, keberhasilan peternak sebagai mata pencaharian, tidak hanya ditentukan produktivitas ternak, tetapi kemampuan mengelola berbagai aset penghidupan.

"Lima modal yang menjadi fondasi meliputi modal alam, manusia, sosial, fisik, dan modal finansial. Kelima modal itu perlu diperkuat agar peternak memiliki kapasitas lebih baik dalam menghadapi guncangan dan mengurangi kerentanan," katanya.








Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pakar UGM: Pentingnya sistem peternakan tangguh hadapi perubahan iklim



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026