Logo Header Antaranews Jogja

Donald Trump buka kemungkinan adakan pertemuan baru dengan Kim Jong Un

Rabu, 19 Agustus 2026 08:55 WIB
Image Print
Arsip foto - Presiden AS Donald Trump (kanan) berjabat tangan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) pada awal pertemuan puncak bersejarah AS-Korea Utara, di Hotel Capella di pulau Sentosa, Singapura pada 12 Juni 2018. Donald Trump dan Kim Jong Un pada 12 Juni menjadi pemimpin AS dan Korea Utara pertama yang bertemu, berjabat tangan, dan bernegosiasi untuk mengakhiri kebuntuan nuklir yang telah berlangsung selama beberapa dekade. ANTARA/Andolu-KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMASI, REPUBLIK SINGAPURA/ HANDOUT/pri.

Washington DC (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuka kemungkinan melakukan pertemuan lagi dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada akhir tahun ini, menurut laporan Wall Street Journal (WSJ), Selasa.

Laporan yang mengutip pejabat AS itu mengungkapkan Trump telah berdiskusi secara pribadi terkait potensi pertemuan langsung dengan Kim Jong Un dalam kunjungannya ke Asia, yang kemungkinan berlangsung pada November.

November merupakan waktu di mana para pemimpin dunia mengikuti KTT Organisasi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Shenzhen, China.

Menurut laporan tersebut, hingga kini masih belum ada perencanaan resmi apapun terkait pertemuan Trump-Kim.

Akan tetapi, ketertarikan Trump melakukan pertemuan lagi dengan Kim mengisyaratkan keinginan baru untuk berkomunikasi langsung dengan Kim setelah kedua pemimpin melangsungkan tiga kali pertemuan pada masa jabat pertama Trump sebagai Presiden AS.

Seorang pejabat Gedung Putih memastikan Trump dan Kim akan bertemu "pada waktu yang tepat". Sementara, perutusan Korut di PBB tidak memberikan tanggapan apapun.

Pada Senin, Trump mengatakan bahwa Kim Jong Un telah merespons permintaannya untuk bertemu, sehingga menepis kabar bahwa Pyongyang masih belum menunjukkan tanggapannya.

"Kim Jong Un sangat menghargai saya dan, sebenarnya, kami sudah bertemu dalam berbagai kesempatan, tepatnya dalam dua kali pertemuan di mana kami berbincang dan menghabiskan waktu bersama. Saya memahaminya, dia pun mengerti saya," kata Trump.

Pernyataan itu disampaikan Trump sehari setelah ia menginstruksikan Pentagon "mengurangi secara substansial" pengerahan tenaga AS dalam rencana latihan militer gabungan dengan Korea Selatan.

Trump berkata langkah tersebut diambil dengan pertimbangan biaya serta hubungan dengan sang pemimpin Korut.

Sumber: Anadolu



Pewarta :
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
COPYRIGHT © ANTARA 2026