Logo Header Antaranews Jogja

Yogyakarta mendorong peningkatan literasi lewat bazar satu juta buku

Rabu, 19 Agustus 2026 19:37 WIB
Image Print
Public Relations Big Bad Wolf Indonesia Andri Suharyono menjelaskan pelaksanaan Bazar Buku Internasional di Kalurahan Karangmoko, Kapanewon Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (19/8/2026). ANTARA/Agung Dwi Prakoso

Yogyakarta (ANTARA) - Big Bad Wolf (BBW) akan menggelar bazar buku internasional dengan menyediakan lebih dari satu juta buku sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan literasi masyarakat di Jogja Expo Center (JEC), Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada 3-13 September 2026.

Public Relations BBW Indonesia Andri Suharyono di Yogyakarta, Rabu, mengatakan lebih dari satu juta buku baru dari berbagai genre akan dijual dengan harga relatif terjangkau dalam bazar dan pameran tersebut.

"Itu untuk semua genre dan juga untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat Yogyakarta untuk mendapatkan buku internasional dengan harga yang terjangkau," katanya.

Pihaknya telah menyelenggarakan delapan pameran dan bazar buku di Yogyakarta dengan animo masyarakat yang cukup tinggi, yakni sekitar 5.000 hingga 6.000 kunjungan setiap hari.

"Kami di BBW menargetkan penyebaran buku dan mendatangkan pembaca baru sehingga meningkatkan angka literasi membaca di Yogyakarta," ujarnya.

Ia menargetkan jumlah pengunjung BBW di Yogyakarta tahun ini meningkat lima hingga tujuh persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan menyasar masyarakat dari daerah sekitar Yogyakarta.

"Karena pengunjung Yogja itu bisa dari Magelang, Solo, karena Solo kita belum membuat acara di Solo," katanya.

Menurut dia, pameran BBW juga bertujuan meningkatkan minat baca masyarakat melalui buku fisik karena dinilai dapat membantu pembaca memahami materi pengetahuan dalam buku.

"Membaca buku fisik membantu otak merekam dan menyimpan ingatan lebih lama dibandingkan dari handphone," ujarnya.

Ia menilai kebiasaan membaca melalui telepon seluler rentan menimbulkan distraksi dari berbagai fitur maupun aplikasi lain di luar materi buku.

"Membaca di handphone rentan terdistraksi oleh iklan baju, film, hingga pinjaman online (pinjol)," katanya.

Pihaknya juga membuka peluang kolaborasi dengan sekolah maupun komunitas membaca, antara lain untuk menambah koleksi buku perpustakaan melalui pengajuan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

"Dari pemerintah daerah juga bisa, tapi memang peraturan sekolah dan peraturan pemerintah daerah masing-masing juga harus kita selaraskan," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026