Logo Header Antaranews Jogja

SNLIK 2026: Inklusi keuangan DIY peringkat dua nasional dan lampaui target 2029

Rabu, 19 Agustus 2026 19:47 WIB
Image Print
Kepala OJK Daerah Istimewa Yogyakarta Eko Yunianto. ANTARA/HO-OJK

Yogyakarta (ANTARA) - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berhasil meraih peringkat kedua nasional dalam indeks inklusi dan literasi keuangan sekaligus melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2029.

Hal itu berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dimana DIY mencatatkan indeks inklusi keuangan sebesar 98,74 persen dan literasi keuangan sebesar 76,44 persen, yang berada jauh di atas rata-rata nasional.

Capaian SNLIK tersebut telah melampaui target RPJMN 2025–2029 untuk 2029 yang menetapkan sasaran indeks inklusi keuangan sebesar 93 persen dan literasi keuangan sebesar 69,35 persen untuk tahun 2029, yang menunjukkan tingkat akses dan pemahaman masyarakat DIY terhadap produk dan layanan jasa keuangan telah berada di atas sasaran nasional yang ditetapkan untuk tiga tahun mendatang.

Hasil SNLIK 2026 tersebut disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu, dan Kepala BPS Republik Indonesia Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor BPS, Jakarta, Senin (10/8).

Dalam kesempatan terpisah, Kepala OJK Daerah Istimewa Yogyakarta Eko Yunianto mengatakan capaian tersebut mencerminkan sinergi berbagai pemangku kepentingan dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai produk dan layanan jasa keuangan.

“Capaian ini menunjukkan masyarakat DIY memiliki akses yang sangat luas terhadap layanan keuangan formal dan didukung oleh tingkat literasi keuangan yang semakin baik. Ke depan, tantangannya adalah memastikan masyarakat tidak hanya dapat mengakses produk dan layanan jasa keuangan, tetapi juga mampu memilih dan memanfaatkannya secara tepat, bijak, dan sesuai dengan kebutuhan,” ujar Eko Yunianto.

Tingginya indeks inklusi keuangan menempatkan DIY sebagai salah satu provinsi dengan tingkat akses keuangan tertinggi di Indonesia, menunjukkan masyarakat DIY semakin terhubung dengan berbagai produk dan layanan jasa keuangan formal, baik perbankan, pasar modal, perasuransian, dana pensiun, maupun industri keuangan nonbank lainnya.

Di sisi lain, OJK DIY memandang masih terdapat ruang untuk terus meningkatkan kualitas literasi keuangan masyarakat, dimana selisih antara indeks inklusi dan literasi keuangan DIY yang mencapai 22,30 poin persentase menunjukkan pentingnya memastikan perluasan akses keuangan berjalan seiring dengan peningkatan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan perilaku keuangan masyarakat.

Penguatan literasi keuangan juga semakin penting di tengah pesatnya digitalisasi sektor jasa keuangan, karena kemudahan akses terhadap berbagai produk dan layanan keuangan digital turut diikuti dengan meningkatnya risiko kejahatan keuangan digital, antara lain penipuan daring, phishing, penyalahgunaan data pribadi, serta berbagai modus investasi dan aktivitas keuangan ilegal.

“Peningkatan inklusi harus diikuti dengan penguatan literasi dan pelindungan konsumen. Masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk mengenali manfaat dan risiko produk keuangan, memastikan legalitas penyedia jasa keuangan, serta memahami hak dan kewajibannya sebelum menggunakan produk dan layanan jasa keuangan,” kata Eko.

Ke depan, OJK DIY akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, industri jasa keuangan, akademisi, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan literasi keuangan, memperluas akses keuangan yang berkualitas, serta memperkuat pelindungan konsumen.

Sinergi tersebut diharapkan semakin mendorong terwujudnya masyarakat DIY yang tidak hanya inklusif secara keuangan, tetapi juga cerdas dan bijak dalam mengelola keuangan, sehingga mampu memanfaatkan perkembangan sektor jasa keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026