Logo Header Antaranews Jogja

Rektor UMY dorong dosen tingkatkan kompetensi hadapi dinamika AI

Kamis, 20 Agustus 2026 06:49 WIB
Image Print
Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Prof.  Achmad Nurmandi. ANTARA/HO-Humas UMY

Yogyakarta (ANTARA) - Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Prof. Achmad Nurmandi mendorong dosen terus meningkatkan kompetensi (upskilling) guna menghadapi pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan dinamika kebutuhan dunia kerja.

Hal tersebut disampaikan Prof. Nurmandi dalam acara Baitul Arqam Dosen Tetap UMY Tahun 2026 bertema “Peneguhan Komitmen untuk Mewujudkan Budaya Organisasi Berkemajuan” yang berlangsung di UMY Student Dormitory, Rabu, Yogyakarta.

"Perkembangan saat ini menuntut kita untuk terus memperbarui pengetahuan dan memahami perubahan situasi, termasuk kebutuhan pasar kerja. Sebagai dosen, kita harus siap melakukan upskilling, meningkatkan kompetensi, dan terus belajar," kata Prof. Nurmandi.

Ia memperingatkan stagnasi kompetensi dosen berisiko membuat proses pembelajaran menjadi tidak lagi relevan dengan kebutuhan mahasiswa maupun industri, mengingat perubahan saat ini tidak hanya terjadi pada lini teknologi, tetapi juga menyentuh karakter mahasiswa dan tuntutan pasar kerja.

Berdasarkan hasil survei alumni UMY dalam beberapa tahun terakhir, kata dia, tren lulusan yang belum bekerja berada pada kisaran 20 persen, yang menjadi bahan evaluasi penting bagi perguruan tinggi untuk memastikan kurikulum yang diajarkan selaras dengan kebutuhan dunia kerja.

Ia mencontohkan lulusan bidang teknik tidak cukup hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga harus dibekali kemampuan komunikasi dan presentasi, sedangkan lulusan ilmu sosial justru dituntut memiliki keterampilan teknis yang lebih spesifik.

Seiring pesatnya pemanfaatan AI oleh berbagai perusahaan, pihaknya berkomitmen meninjau dan memperbarui kurikulum secara berkala agar tidak tertinggal zaman.

"Tidak mungkin kurikulum itu taken for granted. Harus direvisi tiap tahun sesuai perkembangan, terutama perkembangan AI sekarang. Kita harus melihat lagi apa yang harus diberikan kepada mahasiswa supaya kemampuan berpikir dan analisisnya tetap kuat," kata Prof. Nurmandi.

Penyesuaian kurikulum tersebut, kata dia, diharapkan diimbangi dengan kesiapan para dosen untuk memperluas wawasan dan keterampilan.

"Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya UMY dalam membangun budaya organisasi berkemajuan, sekaligus mencetak lulusan yang daya saingnya tinggi di pasar kerja global," katanya.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026