Logo Header Antaranews Jogja

Kemenkes perluas cakupan skrining TB gratis hingga pondok pesantren

Kamis, 20 Agustus 2026 15:13 WIB
Image Print
Menkes Budi Gunadi Sadikin (depan, tiga dari kiri); dokter sekaligus pemengaruh Gia Pratama (depan, empat dari kanan) meninjau skrining TB di Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis (20/8/2026). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari.

Jombang, Jawa Timur` (ANTARA) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperluas cakupan skrining atau deteksi dini tuberkulosis (TB) gratis hingga ke pondok pesantren (ponpes), salah satunya di Ponpes Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.

"Untuk memperluas deteksi dini, Kemenkes akan membeli ribuan perangkat X-ray yang dapat digunakan untuk melakukan skrining secara luas. Pemeriksaan akan dibawa ke berbagai lokasi, termasuk sekolah, pesantren, dan lembaga pemasyarakatan, terutama tempat-tempat dengan pola hunian padat atau berasrama," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin di SMA A. Wahid Hasyim Tebuireng, Jombang, Kamis.

Pada kunjungannya untuk memantau skrining TB tersebut, Budi juga mendapatkan laporan ada 26 siswa yang terindikasi TB. Namun, hal tersebut tidak boleh mendapatkan stigma negatif dan justru menjadi temuan positif karena pasien dapat segera memperoleh pengobatan sejak dini.

"Setelah menjalani pengobatan sekitar satu bulan, risiko penularan dapat berhenti. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu menganggap TB sebagai penyakit yang memalukan, mengingat pengobatannya sudah tersedia secara gratis dan efektif," ujar Budi.

Menkes berharap, program skrining TB dapat diperluas ke sekitar 42 ribu pesantren lainnya. Budi juga mengapresiasi pengurus Pesantren Tebuireng yang menjadi salah satu pesantren yang memulai skrining TB pad para santrinya.

Presiden Prabowo Subianto menginginkan penyakit TB segera dapat dieliminasi di Indonesia. Penyakit ini menjadi masalah serius karena menyebabkan sekitar 120-140 ribu kematian per tahun di Indonesia, bahkan disebut lebih banyak dibandingkan kematian akibat COVID-19. Dalam lima menit, diperkirakan ada dua orang yang meninggal akibat TB.

Indonesia saat ini berada di peringkat kedua dengan beban TB tertinggi setelah India. Padahal, obat untuk TB sudah tersedia dan efektif. Tingginya angka kematian salah satunya disebabkan banyak kasus terlambat ditemukan karena proses skrining selama ini membutuhkan pemeriksaan seperti X-ray, dan terkadang tes PCR.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemenkes perluas cakupan skrining TB gratis hingga ke pondok pesantren



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026