Logo Header Antaranews Jogja

Bupati: Produksi beras di Bantul terus meningkat setiap tahun

Kamis, 20 Agustus 2026 19:59 WIB
Image Print
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menghadiri panen raya bawang merah di Dusun Bulak Bungkus, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (20/8/2026). ANTARA/Agung Dwi Prakoso

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menyatakan produksi pertanian, khususnya komoditas beras, terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun hingga menembus 70.000 ton pada 2025.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan sektor pertanian di wilayahnya merupakan salah satu sektor strategis dan termasuk dalam tiga sektor ekonomi utama di Kabupaten Bantul.

"Pertanian menjadi salah satu dari tiga sektor ekonomi strategis yaitu industri, pertanian, dan pariwisata," katanya di Bantul, Kamis.

Ia mengatakan sektor pertanian memberikan kontribusi terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) terbesar kedua setelah sektor industri sehingga turut memberikan kesejahteraan yang signifikan bagi mayoritas masyarakat Bantul.

"Seiring dengan intensifikasi pertanian yang dilakukan oleh Bantul atas dukungan pemerintah pusat dan Pemerintah DIY, produksi pertanian di Bantul dari waktu ke waktu ini terus naik," ujarnya.

Menurut dia, salah satu komoditas pertanian andalan di Bantul adalah beras. Produksi beras daerah tersebut terus mengalami surplus, dari sekitar 50.000 ton pada 2024 menjadi 70.000 ton pada 2025.

"Itu sudah dalam bentuk beras, bukan gabah lagi," katanya menegaskan.

Ia menilai peningkatan produktivitas pertanian tersebut dapat dicapai melalui intensifikasi, mulai dari pemilihan benih dan penggunaan pupuk, hingga penerapan mekanisasi, elektrifikasi, dan sistem pertanian digital.

"Itu terbukti kita mampu meningkatkan produktivitas per satuan lahannya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul Joko Waluyo menargetkan perluasan luas tanam padi pada tahun ini agar hasil panen juga dapat meningkat.

"Tahun 2026 mencapai 35 ribu hektare, harapannya bisa surplus 100 ribu ton beras," katanya.

Menurut Joko, luas tanam padi di Bantul pada 2025 mencapai sekitar 34.000 hektare. Pada 2026, pemerintah menargetkan luas tanam padi meningkat menjadi 35.000 hektare.



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026