
KAI Daop 6 edukasi keselamatan kereta api di sekolah

Yogyakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta mengedukasi masyarakat mengenai keselamatan perjalanan kereta api (KA) dengan mendatangi sejumlah sekolah di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Surakarta, Jawa Tengah.
Edukasi yang berlangsung pada Kamis (20/8) dan Jumat (21/8) tersebut menyasar para siswa dan guru di SD Negeri Hargorejo, SMP Muhammadiyah 1 Wates, SD Negeri 1 Jetis, SD Negeri Petoran, serta SD Kabangan Surakarta.
"Keselamatan perjalanan kereta api membutuhkan peran serta seluruh masyarakat. Karena itu, kami terus melakukan edukasi ke berbagai lingkungan, termasuk sekolah dasar. Kami ingin menanamkan pemahaman kepada anak-anak sejak dini bahwa jalur kereta api merupakan area yang harus dijaga dan bukan tempat untuk bermain," kata Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih di Yogyakarta, Jumat.
Dalam kegiatan yang dihadiri Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), para kepala sekolah, guru, dan siswa tersebut, tim Daop 6 menyampaikan sosialisasi larangan beraktivitas maupun meletakkan benda asing di sekitar rel.
KAI berharap para siswa tidak hanya menerapkan aturan keselamatan untuk diri sendiri, tetapi juga menjadi agen perubahan yang menyampaikan pesan keselamatan tersebut kepada keluarga dan lingkungan tempat tinggal mereka.
Selain sosialisasi keselamatan, KAI Daop 6 Yogyakarta menyalurkan bantuan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa satu unit pengeras suara (speaker active) untuk masing-masing sekolah guna menunjang sarana kegiatan pembelajaran.
"Kami berharap bantuan TJSL ini memberikan manfaat bagi sekolah untuk mendukung aktivitas pendidikan. Kami juga berharap hubungan baik antara KAI dan lingkungan pendidikan terus terjalin," kata Feni.
KAI Daop 6 Yogyakarta kembali mengimbau masyarakat luas untuk aktif menjaga keselamatan perjalanan kereta api dengan menaati rambu-rambu lalu lintas di perlintasan serta tidak beraktivitas di sekitar jalur rel.
Pewarta : Sutarmi
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
