
Pemkab Gunungkidul menjajaki kerja sama dengan Korea Selatan serap tenaga kerja

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menjalin kerja sama dengan Korea Selatan untuk membuka peluang penyerapan tenaga kerja asal Gunungkidul di sektor pertanian dan perikanan.
Perwakilan Asosiasi Kerja Sama dari Korea Selatan Han Sang Jae, di Gunungkidul, Minggu, mengatakan kerja sama tersebut telah dibahas melalui audiensi bersama Pemkab Gunungkidul dan nantinya dapat diwujudkan melalui program penyerapan tenaga kerja dengan skema yang matang.
"Kerja sama ini akan dijalankan melalui skema Government-to-Government (G2G) atau ;bupati-to-bupati' untuk memastikan legalitas dan keamanan pekerja," katanya.
Dalam diskusi tersebut, Han menyampaikan Korea Selatan membutuhkan ribuan tenaga kerja musiman dengan kontrak kerja selama delapan bulan melalui skema seasonal worker.
Menurut dia, estimasi gaji tenaga kerja mencapai sekitar Rp30 juta per bulan. Dengan masa kerja selama delapan bulan, seorang pekerja diperkirakan dapat memperoleh penghasilan sekitar Rp240 juta.
"Kuota awal yang direncanakan untuk Kabupaten Gunungkidul adalah sebanyak 100 orang, yang terbagi masing-masing 50 orang untuk sektor pertanian dan 50 orang untuk sektor perikanan," katanya.
Sementara itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan audiensi bersama perwakilan Asosiasi Kerja Sama dari Korea Selatan dan perwakilan Universitas Diponegoro Prof. Dr. Bambang Waluyo Hadi Eko Prastono berlangsung di Rumah Dinas Bupati Gunungkidul, Kapanewon Wonosari, Minggu (30/8).
"Kerja sama ini merupakan solusi strategis bagi tingginya angka lulusan SMA/SMK di Gunungkidul yang tidak melanjutkan kuliah," katanya.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, tercatat sekitar 8.700 lulusan SMA/SMK tahun ini yang terdiri atas 92 persen lulusan SMK dan 44 persen lulusan SMA tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
"Langkah ini juga menjadi salah satu upaya untuk mencegah generasi muda terjerat masalah sosial seperti judi online dan ketergantungan pada bantuan sosial," ujarnya.
Ia mengatakan kerja sama dengan Korea Selatan perlu dipersiapkan pemerintah daerah melalui pelatihan bahasa dan budaya yang bekerja sama dengan Universitas Diponegoro (Undip).
Pelatihan tersebut mencakup bahasa Korea dan penguatan etos kerja sebelum keberangkatan.
"Pekerja nantinya akan didampingi agar hasil pendapatan dari Korea dapat dijadikan modal usaha produktif atau melalui koperasi saat kembali ke tanah air," katanya.
Bupati juga bertanggung jawab atas kedisiplinan kontrak kerja agar tidak ada pekerja yang melarikan diri atau berpindah perusahaan secara ilegal demi menjaga citra daerah dan keberlanjutan kerja sama karena hal tersebut merupakan bagian dari investasi sumber daya manusia (SDM).
"Keberhasilan kerja sama ini bukan diukur dari berapa banyak yang berangkat, tetapi seberapa besar mereka memperoleh kompetensi dan pengalaman internasional untuk meningkatkan kesejahteraan daerah asal," ujarnya.
Rencananya, Pemkab Gunungkidul akan melakukan proses seleksi dan administrasi dalam waktu dekat dengan target keberangkatan pada Maret atau April mendatang, menyesuaikan musim tanam di Korea Selatan.
"Kami membuka peluang bagi kabupaten tetangga di DIY untuk bergabung dalam kolaborasi ini guna memperkuat posisi tawar dengan mitra di Korea Selatan," katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemkab Gunungkidul jajaki kerja sama Korea Selatan serap tenaga kerja
Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
