
Ikhtiar Siti Hariyanti jaga asa sehat di usia senja

Yogyakarta (ANTARA) - Siti Hariyanti (58), warga Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, duduk berteman gadget di tangan, sembari menanti gilirannya menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) UGM Prof. Soedomo.
Ia pun kemudian membagikan pengalamannya bagaimana berikhtiar menjaga kesehatan di usia senja meskipun sudah terjamin oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan telah berulang kali ia gunakan.
Kali ini, Siti mengaku harus berkonsultasi mengenai rencana pencabutan salah satu gigi geraham di bagian pojok kanan atas mulutnya sesuai saran dari dokter.
Meski area gigi tersebut tidak menimbulkan rasa sakit, lanjutnya, dokter spesialis menyarankan agar tindakan pencabutan tetap dilakukan guna mencegah potensi infeksi serius di masa depan.
“Ini kunjungan saya ke-enam. Ini rencananya mau cabut gigi tungkak (geraham,red.) kanan atas, tapi ini belum tahu karena tensi saya tinggi. Jadi belum tahu jadi tidaknya dicabut ini,” katanya.
Terkait perawatan gigi, nenek satu cucu ini menceritakan dokter sebelumnya juga telah memasang kawat khusus untuk menstabilkan kondisi dua gigi depan bawahnya yang sempat goyang.
“Ini seperti ini. Dikawat karena dua gigi goyang. Alhamdulillah tidak dicabut. Semuanya gratis,” kata Siti membuka mulut dan menunjukkan kawat gigi yang terpasang di bagian bawah.
Setelah rutin berkontrol setiap dua minggu sekali, kondisi giginya kini kembali kokoh, sehingga Siti dapat menikmati makan seperti biasa.
Siti merasa sangat bersyukur karena seluruh tahapan perawatan teratur bisa ia dapatkan karena menjadi peserta JKN.
“Iya sangat membantu, bukan hanya saya tapi banyak orang. Seluruh layanan baik di Puskesmas (fasilitas kesehatan tingkat pertama) maupun rumah sakit (fasilitas kesehatan tingkat lanjutan) sama, petugasnya sigap," katanya.
Siti mengaku manfaat BPJS Kesehatan juga dirasakan oleh keluarganya, termasuk sang suami yang merupakan seorang pensiunan guru.
“Suami saya pernah rawat inap karena sakit tipes. Saat itu perawatannya di Puskesmas yang lokasinya dekat dengan rumah, hanya sekitar 10 menit. Sekarang sudah banyak Puskesmas menyediakan layanan rawat inap. Ini sangat memudahkan,” katanya.
Sebagai seorang yang memiliki riwayat penyakit diabetes dan hipertensi dari garis keturunan keluarga, Siti sangat disiplin dalam menjaga kebugaran tubuhnya.
“Bapak saya meninggalnya karena diabetes dan tekanan darah tinggi. Kakak saya juga mengalami infeksi paru dan diabetes. Ada riwayat diabetes dalam keluarga dan saya juga terkena diabetes. Jadi saya harus menjaga kesehatan,” katanya.
Ia pun rutin memeriksakan kadar gula darah dan tensinya ke puskesmas setiap sebulan sekali, serta konsisten menerapkan gaya hidup sehat dengan membatasi asupan makanan maupun minuman manis.
Aktivitas fisik seperti berjalan kaki dan senam selama 30 menit setiap pagi, lanjut Siti, menjadi agenda wajib yang tidak pernah ia lewatkan.
“Kalau ketika tidak sempat berolahraga keluar, ya olahraganya di dalam rumah misal menggerakkan tangan dan kaki, termasuk saat sebelum tidur. Rutin setiap hari,” katanya.
Ia berharap di usianya yang tak lagi muda, kondisi kesehatannya bisa terjaga agar bisa menikmati masa pensiun bersama cucu dan keluarga dengan bahagia.
Pewarta : Nur Istibsaroh
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
