Logo Header Antaranews Jogja

BPS sebut Amerika Serikat masih menjadi negara tujuan utama ekspor komoditas DIY

Selasa, 1 September 2026 19:36 WIB
Image Print
Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. ANTARA/HO-BPS DIY.

Yogyakarta (ANTARA) - Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Endang Tri Wahyuningsih menyebut Amerika Serikat masih menjadi tujuan utama ekspor berbagai komoditas provinsi tersebut pada Juli 2026.

"Berdasarkan negara tujuan, Amerika Serikat masih menjadi pasar utama ekspor DIY dengan nilai mencapai 23,19 juta dolar AS, atau sekitar 45,79 persen dari total ekspor Juli 2026," kata Endang di Yogyakarta, Selasa.

BPS DIY mencatat nilai ekspor Juli 2026 mencapai 50,64 juta dolar AS, naik 6,32 persen dibanding Juni 2026, sedangkan secara kumulatif pada Januari–Juli 2026, nilai ekspor DIY mencapai 352,58 juta dolar AS, tumbuh 8,74 persen dibanding periode yang sama pada 2025.

Endang mengatakan setelah Amerika Serikat, negara tujuan utama ekspor DIY lainnya dalam periode tersebut adalah Jerman, Australia, Jepang, Belanda.

"Jika ditinjau menurut golongan barang, ekspor DIY masih didominasi oleh pakaian bukan rajutan dan aksesorinya, pakaian rajutan dan aksesorinya, serta barang dari kulit samak," katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan untuk nilai impor DIY pada Juli tercatat sebesar 13,21 juta dolar AS, atau naik 4,07 persen dibanding Juni 2026, namun demikian dibanding dengan Juli 2025, nilai impor masih meningkat sebesar 0,32 persen.

Menurut dia, barang impor DIY pada Juli 2026 didominasi oleh bahan baku atau penolong yang digunakan untuk mendukung aktivitas industri dan produksi di daerah.

Dia menjelaskan, selisih antara nilai ekspor dan impor menghasilkan neraca perdagangan DIY pada Juli 2026 mengalami surplus sebesar 37,43 juta dolar AS yang menunjukkan bahwa kinerja perdagangan luar negeri DIY masih berada pada kondisi yang positif.

"Nilai ekspor DIY yang lebih besar daripada nilai impor mendorong neraca perdagangan tetap mencatat surplus. Kondisi ini mencerminkan, produk-produk unggulan DIY masih memiliki daya saing yang baik di pasar internasional," katanya.

Menurut dia, BPS DIY akan terus memantau perkembangan ekspor, impor, dan neraca perdagangan sebagai salah satu indikator penting yang menggambarkan dinamika perekonomian daerah.

Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan dalam memperkuat kinerja perdagangan luar negeri serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026