
Bantul Innovation Award 2026 mendorong penguatan ekosistem inovasi daerah

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Bantul Innovation Award (BINA) 2026 sebagai upaya memperkuat ekosistem inovasi daerah.
Kepala Bappeda Bantul Ari Budi Nugroho, di Bantul, Selasa, mengatakan BINA 2026 diharapkan mendorong perangkat daerah dan masyarakat Bantul untuk menciptakan berbagai inovasi yang memberikan manfaat bagi daerah.
"Penguatan ekosistem inovasi daerah akan meningkatkan skor Indeks Inovasi Daerah (IID) Kabupaten Bantul," katanya.
Kegiatan yang berlangsung di Waroeng Omah Sawah, Kapanewon Sewon, tersebut sekaligus menjadi ajang pemberian apresiasi kepada unsur pemerintah, pendidikan, dan masyarakat yang telah melahirkan berbagai inovasi.
Ari mengatakan skor IID Kabupaten Bantul dalam ajang Innovative Government Award (IGA) meningkat dari 83,64 dengan 180 inovasi pada 2025 menjadi 87,51 dengan 211 inovasi pada 2026.
“Pada ajang Innovative Government Award (IGA), skor IID Kabupaten Bantul berhasil meningkat dari 83,64 (180 inovasi) pada tahun 2025 menjadi 87,51 (211 inovasi) pada tahun 2026," ujarnya.
Ia mengatakan pelaksanaan BINA pada 2027 mendatang direncanakan menambah kategori baru bagi kelompok siswa atau pelajar sebagai upaya pengembangan program.
Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan inovasi penting dilakukan, terutama dengan memanfaatkan teknologi dan rekayasa teknik yang menjadi salah satu kunci dalam mengatasi tantangan pembangunan lokal.
"Pemerintah harus berani mengambil peran dalam melakukan uji coba rekayasa teknologi dan inovasi daerah," katanya.
Menurut Halim, Kabupaten Bantul berhasil meraih penghargaan nasional sebagai salah satu dari 17 kabupaten/kota dengan Indeks Keinsinyuran (Engineering Index) tertinggi di Indonesia dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Dalam Negeri, dan Persatuan Insinyur Indonesia (PII).
“Walaupun ada dinamika dan tantangan, jika berhasil, dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat luas demi meningkatkan kesejahteraan dan daya saing Kabupaten Bantul,” ujarnya.
Dalam BINA 2026, juara pertama kategori organisasi perangkat daerah diraih Dinas Komunikasi dan Informatika melalui inovasi Surat Bantul (SURBAN).
Untuk kategori kapanewon, juara pertama diraih Kapanewon Piyungan melalui inovasi Bersama Atasi Stunting (BERAKTING).
"Kategori Puskesmas juara satu diberikan kepada Puskesmas Banguntapan I dengan inovasi Penyampaian Informasi Kesehatan dengan Jangkauan Lebih Luas Melalui Platform Digital," katanya.
Sementara itu, kategori kalurahan dimenangi Kalurahan Mulyodadi melalui inovasi Aksi Kalurahan untuk Literasi Warga (AKSARA). Kategori unsur pendidikan dimenangi SDN 1 Padokan melalui inovasi Transformasi Layanan Tumbuh Kembang Ramah Anak di SDN 1 Padokan (E-LENTERA).
"Kategori masyarakat, juara satu dimenangkan Niken Anggraeni dengan inovasi Gerakan Mulyodadi Hebat Rajin Kelola Sampah (GEMAH RIPAH)," ujarnya.
Masing-masing kategori telah memilih tiga pemenang, mulai dari juara pertama hingga ketiga.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Bantul Innovation Award 2026 dorong penguatan ekosistem inovasi daerah
Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
