Logo Header Antaranews Jogja

BPS sebut wisatawan tujuan DIY Juli capai 4,28 juta perjalanan

Rabu, 2 September 2026 16:23 WIB
Image Print
Wisatawan mengunjungi objek wisata Pantai Parangtritis di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. ANTARA/Hery Sidik.

Yogyakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) tujuan provinsi ini pada Juli 2026 mencapai 4,28 juta perjalanan.

"Sebanyak 4,28 juta perjalanan wisnus tujuan DIY pada Juli 2026 ini meningkat 0,50 persen dibanding dengan Juni 2026, dan melonjak 21,68 persen dibandingkan Juli 2025," kata Pelaksana tugas (Plt) BPS DIY Endang Tri Wahyuningsih di Yogyakarta, Rabu.

Sementara secara kumulatif pada Januari sampai Juli 2026, perjalanan wisnus ke DIY mencapai 26,75 juta perjalanan, atau tumbuh sebanyak 9,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Peningkatan ini didukung oleh momentum libur sekolah, libur nasional, serta berbagai kegiatan seni, budaya, dan olahraga yang berlangsung di DIY sepanjang Juli 2026," katanya.

Kendati demikian, kata dia, pertumbuhan perjalanan wisatawan ini tidak berdampak pada tingkat penghunian kamar (TPK) hotel yang justru mengalami penurunan.

"Pada Juli 2026, TPK hotel bintang turun 1,85 poin dibandingkan Juni 2026, namun naik 0,03 poin dibandingkan Juli 2025," katanya.

Baca juga: Dispar DIY: Penerapan full pedestarian Malioboro untuk tarik wisatawan

Baca juga: Banjir Nepal, 121 wisatawan asing diselamatkan

Sementara itu, untuk TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya di wilayah DIY juga turun 0,69 poin secara bulanan dan naik 3,35 poin secara tahunan.

"Jumlah tamu yang menginap di hotel pada Juli 2026 juga menurun menjadi 829.327 orang, atau turun 5,70 persen dibandingkan bulan sebelumnya," katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, secara umum kinerja pariwisata DIY pada Juli 2026 menunjukkan tren positif, peningkatan kunjungan wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara, mencerminkan bahwa DIY masih menjadi destinasi yang diminati.

"Berbagai agenda wisata, seni, budaya, dan olahraga turut memberikan kontribusi terhadap meningkatnya aktivitas pariwisata di daerah ini," katanya.

BPS terus memantau perkembangan indikator pariwisata sebagai salah satu gambaran aktivitas ekonomi daerah, sebagai masukan bagi pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam menyusun kebijakan pengembangan sektor pariwisata yang berkelanjutan.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026