
Pemkab Bantul berdayakan rois jaga kerukunan masyarakat

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memberdayakan para rois atau pemuka agama Islam tingkat lokal untuk membantu menjaga kerukunan masyarakat dan menggerakkan kegiatan keagamaan.
Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta di Bantul, Kamis, mengatakan keberadaan para rois sebagai pemimpin kegiatan keagamaan dan pembinaan spiritual penting untuk menjaga keharmonisan sosial.
"Kedekatan mereka dengan warga menjadikan para rois bukan sekadar penggerak kegiatan keagamaan, tetapi juga bagian dari kekuatan sosial," katanya.
Ia menyebut peran rois sangat banyak karena mereka biasanya memimpin berbagai upacara maupun hajatan di lingkungan masyarakat sekitar, seperti acara hajatan kelahiran, pernikahan, kematian, kegiatan keagamaan, hingga berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan.
"Mereka merupakan modal penting dalam membangun masyarakat yang guyub dan saling peduli," ujarnya.
Peran mereka, lanjut Aris, sangat membantu menjawab tantangan sosial yang semakin kompleks di tengah perubahan zaman dan modernisasi.
"Para rois diharapkan dapat menjadi teladan, pengayom, sekaligus mitra pemerintah dalam membangun masyarakat Bantul yang religius, rukun, harmonis, dan sejahtera," katanya.
Ia berharap para rois dapat menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat agar setiap program pembangunan sumber daya manusia (SDM) dapat berjalan dengan lancar dan berdampak signifikan.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk para rois yang bersentuhan langsung dengan warga di tingkat padukuhan dan kalurahan,” ujarnya.
Dengan semangat ngayomi, ngopeni, dan nguwongke, lanjut Aris, rois diminta lebih peduli dan membimbing generasi muda agar memperkuat kerukunan dan toleransi.
"Pembangunan di Bantul diharapkan tidak hanya berorientasi pada kesejahteraan, tetapi juga memperkuat karakter dan kehidupan sosial masyarakat di tingkat padukuhan," katanya.
Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
