
Wamenaker ajak mahasiswa kawal program ketenagakerjaan nasional

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengajak mahasiswa turut serta mengawal program ketenagakerjaan nasional.
Menurut Afriansyah, mahasiswa memiliki posisi penting sebagai kekuatan moral yang independen dalam mengawasi kebijakan pemerintah.
"Aspirasi yang disampaikan perlu didasarkan pada kajian ilmiah serta disampaikan secara objektif," kata Wamenaker dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Lebih lanjut, Afriansyah mengatakan fungsi pengawasan tersebut semakin relevan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Pelemahan sektor industri dan pemutusan hubungan kerja (PHK), kata dia, menjadi tantangan yang dihadapi berbagai negara, termasuk Indonesia dan sejumlah negara di kawasan.
Kondisi itu turut menjadi perhatian Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dalam menjaga akses masyarakat terhadap kesempatan kerja.
Ia mengatakan berbagai kebijakan disiapkan untuk membantu pencari kerja meningkatkan kesiapan memasuki pasar kerja, terutama dari kalangan generasi muda.
Salah satunya melalui program Magang Nasional (MagangHub) yang memberikan kesempatan kepada lulusan baru untuk mengenal lingkungan profesional secara langsung.
Wamenaker mengatakan selama menjalani program magang, peserta memperoleh bimbingan dari mentor profesional di perusahaan maupun lembaga pemerintah.
"Melalui program MagangHub, peserta memperoleh pengalaman kerja serta pendampingan dari mentor profesional di perusahaan maupun lembaga pemerintah," ujarnya.
Selain itu, Afriansyah menjelaskan keterlibatan langsung di lingkungan profesional diharapkan menjadi bekal bagi peserta untuk meningkatkan kesiapan memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan masa magang.
"Setelah memperoleh pengalaman melalui proses magang, peserta diharapkan dapat terserap ke dunia kerja," kata dia.
Di sisi lain, Wamenaker Afriansyah menyebut perluasan akses terhadap pembelajaran praktis juga menjadi bagian penting dalam menjawab persoalan pemuda yang masuk kategori Not in Education Employment or Training (NEET).
Saat ini, masih ada 19,44 persen pemuda Indonesia berusia 15-24 tahun yang tidak bekerja, tidak menempuh pendidikan, dan tidak mengikuti pelatihan.
"Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang dalam mengoptimalkan bonus demografi," ujarnya.
Untuk menjawab persoalan itu, Kemnaker mengembangkan pelatihan vokasi melalui Balai Latihan Kerja (BLK) agar masyarakat memiliki akses terhadap pembelajaran keterampilan dan sertifikasi secara gratis, dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.
Upaya itu perlu diikuti keterlibatan generasi muda, termasuk mahasiswa, dalam mengawal kebijakan ketenagakerjaan sekaligus mempersiapkan diri sebagai calon pemimpin.
"Keterlibatan itu dapat diwujudkan melalui komunikasi yang terbuka serta pencarian solusi bersama atas berbagai tantangan di bidang ketenagakerjaan," kata dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wamenaker ajak mahasiswa kawal program ketenagakerjaan nasional
Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
