
Kemenag: Pelaksanaan olimpiade madrasah kian kompetitif

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Agama melaporkan pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 makin kompetitif yang ditandai dengan lonjakan partisipasi peserta yakni 230.123 siswa tercatat mendaftar OMI 2026 atau naik 12,7 persen dibanding OMI 2025 dengan 204.222 pendaftar.
“Bertambahnya peserta berarti semakin banyak potensi dan talenta anak bangsa yang berhasil kita identifikasi dan berikan ruang untuk berkembang,” ujar Dirjen Pendis Kemenah Amien Suyitno dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 229.593 peserta dinyatakan lolos verifikasi. Jumlah peserta yang lolos verifikasi juga naik dibanding OMI 2025 dengan 202.117 peserta.
Suyitno mengatakan OMI tidak semata-mata dipandang sebagai kompetisi untuk menentukan pemenang. Lebih dari itu, OMI menjadi bagian dari ekosistem pembinaan prestasi peserta didik yang perlu dikembangkan secara berkelanjutan.
“Kompetisi adalah salah satu pintu masuk. Yang lebih penting adalah bagaimana kita menemukan anak-anak yang memiliki potensi, kemudian memberikan pembinaan yang tepat agar potensi tersebut berkembang menjadi prestasi,” kata dia.
Baca juga: Mendikdasmen sampaikan permintaan maaf terkait pengurangan hadiah OSN
Salah satu perkembangan paling menonjol dalam OMI 2026 adalah meningkatnya partisipasi murid sekolah umum. Laporan pendaftar OMI 2026 mencatat 13.271 murid sekolah umum dari jenjang SD, SMP, dan SMA ikut berpartisipasi. Jumlah tersebut meningkat dari 9.612 peserta sekolah umum pada OMI 2025, atau bertambah 3.659 peserta (38,1 persen).
Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Nyayu Khodijah mengatakan peningkatan tersebut menjadi indikator bahwa OMI semakin dikenal sebagai ajang kompetisi yang terbuka dan inklusif.
“OMI terus berkembang menjadi ruang kompetisi yang inklusif. Peserta tidak hanya berasal dari madrasah, tetapi juga dari sekolah umum. Ini menunjukkan bahwa semangat untuk berprestasi dan mengembangkan potensi tidak mengenal batas satuan pendidikan,” ujar Nyayu Khodijah.
Ia menambahkan keterlibatan peserta sekolah umum menjadi bagian penting dalam memperluas ekosistem kompetisi dan pembinaan prestasi peserta didik.
Ketua OMI 2026 Solla Taufiq mengatakan OMI 2026 juga mencatat jangkauan partisipasi murid yang sangat luas. Sebanyak 34 provinsi berpartisipasi dengan total peserta 230.123 orang.
Data laporan juga menunjukkan keterlibatan lebih dari 33 ribu lembaga pendidikan. Tiga provinsi dengan jumlah peserta terbanyak adalah Jawa Timur (41.685), Jawa Barat (32.446), dan Jawa Tengah (30.518).
Selain OMI Bidang Sains, Olimpiade juga membuka cabang Riset. Tahun ini, jumlah mencatat 9.130 pendaftar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 8.100 peserta telah mengajukan pendaftaran, sementara 1.030 lainnya masih berstatus draft atau tidak menyempurnakan proses submit pendaftaran.
“Angka ini menunjukkan tingginya minat siswa madrasah untuk mengembangkan kemampuan riset dan menuangkan gagasan ilmiah melalui ajang kompetisi tingkat nasional,” ujar.
Berdasarkan jenjang pendidikan, kata Solla, Madrasah Aliyah (MA) menyumbang 4.862 pendaftar, sedangkan Madrasah Tsanawiyah (MTs) sebanyak 4.268 pendaftar.
Adapun berdasarkan bidang riset, Integrasi Keislaman dan Keilmuan (Ekoteologi) menjadi bidang paling diminati dengan 3.553 pendaftar, diikuti Sustainable Development Goals(SDGs) sebanyak 3.384 pendaftar, dan Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional sebanyak 2.193 pendaftar.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pelaksanaan olimpiade madrasah kian kompetitif, peserta melonjak
Pewarta : Asep Firmansyah
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
