
Bantul dukung wisata edukasi pembuatan gula di Pabrik Madukismo

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mendukung aktivitas wisata edukasi di Pabrik Gula Madukismo sebagai upaya mengedukasi masyarakat mengenai proses pembuatan gula dan sejarah pabrik tersebut.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bantul Singgih Riyadi di Bantul, Selasa, mengatakan dinas yang dipimpinnya akan mendukung agrowisata dan wisata edukasi Pabrik Gula Madukismo untuk meningkatkan sektor pariwisata.
"Nanti kami akan mendukungnya dalam bentuk penguatan publikasi dan promosinya di media," katanya.
Menurut dia, pabrik tersebut memiliki nilai sejarah yang tinggi, termasuk mesin-mesin yang digunakan saat ini merupakan mesin dari Jerman yang mulai digunakan sejak sekitar tahun 1955.
"Sekarang masih berfungsi dengan baik," ujar dia.
Ia menyebut peluang kolaborasi sangat terbuka, misalnya dengan Dinas Pariwisata melalui pengembangan wisata sport tourism, wisata berbasis heritage, dan sebagainya.
"Pabrik Gula Madukismo ini menjadi pelengkap destinasi wisata di Bantul, tinggal nanti tugas Dispar untuk mengemas dalam paket wisata," katanya.
Sementara itu, Koordinator Pengembangan Aset PT Madubaru PG-PS Madukismo Mahmud Safrudi mengatakan Pabrik Gula Madukismo mulai dibuka untuk umum sejak 1997 yang lambat laun menjadi agrowisata andalan di Kabupaten Bantul.
"Untuk memperlihatkan pengunjung bagaimana proses pengolahan tebu menjadi kristal gula," ujar dia.
Pengunjung, lanjut dia, akan diajak menyusuri kawasan pabrik menggunakan lori atau kereta tebu yang dulunya merupakan kendaraan pengangkut tebu.
Mereka juga akan menyaksikan secara langsung bagaimana mesin-mesin produksi yang besar beroperasi, lengkap dengan para pegawai yang sedang bekerja.
"Ada dua pabrik pengolahan yakni pabrik gula dan pabrik pembuatan alkohol medis dan farmasi," katanya.
Ia menjelaskan para pengunjung harus melakukan reservasi dan pembayaran biaya masuk terlebih dahulu agar jadwal tidak bertabrakan dengan pengunjung lainnya.
Dalam satu rombongan wisata, minimal harus ada 30 orang dengan biaya Rp13 ribu per orang dan apabila jumlahnya terbatas, pengunjung akan masuk ke dalam paket kunjungan industri dengan besaran tarif yang berbeda.
"Kami maksimal empat kunjungan per hari, mulai jam 07.00 WIB sampai jam 14.00 WIB, karena nanti kloter terakhir berakhirnya jam 16.00 WIB, durasi tiap kunjungan dua jam," ujar dia.
Ia menjelaskan sedikit tentang sejarah Pabrik Gula Madukismo yang dibangun pada 1955 atas prakarsa Sri Sultan Hamengkubuwono IX sebagai pengganti 17 pabrik gula di Yogyakarta yang sudah hancur.
"Tujuan utamanya yaitu untuk merekrut tenaga kerja yang dulunya bekerja di 17 pabrik gula tersebut," katanya.
Ia menyebut kapasitas awal Pabrik Gula Madukismo relatif kecil, hanya 1.500 Ton Cane per Day (TCD), yang kemudian berkembang hingga saat ini menjadi 3.500 TCD.
"Kami mempunyai target ya kurang lebih 250 ton produksi gula per hari," ujar dia.
Menurut dia, setiap hari terdapat kunjungan wisata edukasi di Pabrik Gula Madukismo, baik dari sekolah, PKL, magang, maupun penelitian untuk mengedukasi mengenai cara membuat kristal gula dan sedikit nilai sejarah.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Bantul dukung wisata edukasi pembuatan gula di Pabrik Madukismo
Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
