Logo Header Antaranews Jogja

Pemkot dorong UMKM bertransformasi dari usaha informal menjadi formal

Selasa, 8 September 2026 18:35 WIB
Image Print
Salah satu pelaku usaha di Teras Malioboro Kota Yogyakarta. ANTARA/Hery Sidik.

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mendorong para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tidak berhenti pada pencapaian omzet tinggi, tetapi juga bertransformasi dari usaha informal menjadi usaha formal dengan legalitas yang jelas.

"Banyak UMKM yang masih informal, sehingga kami dorong menjadi usaha formal, termasuk menjadi perusahaan perorangan karena harus memiliki legalitas yang jelas," kata Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM Yogyakarta Tri Karyadi Riyanto Raharjo di Yogyakarta, Selasa.

Dengan demikian, kata dia, selain pelaku UMKM tersebut dapat menghasilkan pendapatan omzet tinggi, juga memiliki legalitas dalam berusaha, dan mendapat kemudahan dalam akses pembiayaan ke lembaga perbankan.

Dia mengatakan, apalagi sekarang ini, proses pengurusan legalitas usaha semakin mudah karena dapat dilakukan secara daring melalui Jogja Smart Service (JSS).

Selain itu, kata dia, pemerintah memberikan fasilitasi pendampingan pengurusan izin spesifik secara berkelompok untuk membantu pelaku UMKM mengefisienkan biaya dan proses pengurusan legalitas.

"Kami juga terus melakukan pendataan untuk mengetahui kondisi riil, klasifikasi, serta perkembangan UMKM di Kota Yogyakarta," katanya.

Menurut dia, pendataan UMKM di Yogyakarta kembali dilakukan pada 2026 dengan melibatkan 45 petugas yang masing-masing bertugas melakukan pendataan di wilayah kelurahan.

Ia mengatakan pendataan tersebut penting agar intervensi dan pendampingan pemerintah dapat dilakukan berdasarkan kondisi nyata pelaku UMKM yang terdata secara resmi.

Lebih lanjut ia juga menekankan digitalisasi atau penerapan digital bukan lagi sekadar sesuatu yang perlu dikenalkan kepada pelaku UMKM, namun bagaimana menguasainya.

"Digitalisasi bagi UMKM adalah sebuah keniscayaan. Sekarang bukan lagi saatnya UMKM hanya mengenal digital, tetapi harus sudah memahami dan mengimplementasikannya," katanya.



Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026