Logo Header Antaranews Jogja

Pemkab Kulon Progo hemat Rp937 juta lewat penggabungan sekolah

Selasa, 8 September 2026 19:41 WIB
Image Print
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan. (ANTARA/HO-Humas Pemkab Sleman)

Kulon Progo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mencatat efisiensi anggaran hingga Rp937 juta pada gelombang pertama pelaksanaan kebijakan penggabungan (regrouping) sekolah di wilayah tersebut.

Bupati Kulon Progo R. Agung Setyawan di Kulon Progo, Selasa, mengatakan kebijakan penggabungan sekolah yang dijalankan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) terbukti efektif menekan belanja daerah tanpa mengurangi kualitas pendidikan.

"Kami bisa melakukan efisiensi pada gelombang pertama senilai Rp937 juta. Program ini memberikan kepastian karena Tunjangan Profesi Guru (TPG) terjamin, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) memenuhi syarat pencairan, dan sekolah memungkinkan mendapat dana revitalisasi," kata Agung.

Hal tersebut disampaikan di hadapan 35 kepala sekolah yang dilantik di Aula Adikarta, Kompleks Pemkab Kulon Progo.

Ia menjelaskan kebijakan penggabungan sekolah dilakukan untuk menyelesaikan berbagai persoalan mendasar di sektor pendidikan, seperti kekurangan jumlah siswa, pemenuhan syarat jam mengajar guru, hingga optimalisasi revitalisasi sarana dan prasarana sekolah.

Selain itu Pemkab Kulon Progo melalui Disdikpora bersama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) juga memperhatikan aspek kenyamanan kerja tenaga pendidik dengan mempertimbangkan penempatan lokasi bertugas yang dekat dengan domisili.

"Seseorang akan bekerja secara maksimal manakala tidak terpaksa. Oleh karena itu kami upayakan mendekatkan lokasi mengajar agar para guru dapat bekerja dengan nyaman," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Agung melantik sebanyak 35 pejabat satuan pendidikan yang terdiri atas 32 kepala Sekolah Dasar (SD), satu kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan dua kepala Taman Kanak-kanak (TK).

Ia mengingatkan kepala sekolah yang baru dilantik agar menjaga integritas, moralitas, serta menjalankan kepemimpinan yang melayani.

"Jabatan merupakan bentuk kepercayaan yang harus dipertanggungjawabkan kepada pemerintah, masyarakat, dan Tuhan. Kepala sekolah harus menjadi teladan melalui kedisiplinan, keadilan, dan integritas," kata Agung.

Sementara itu, salah satu kepala sekolah yang dilantik, Wahyu Sudibyo menyatakan kesiapan menjalankan amanah baru sebagai Kepala SD Negeri Wadas, Kapanewon Girimulyo.

"Tentu ada rasa gugup saat menerima amanat ini. Namun, saya berkomitmen mengemban kepercayaan ini dengan baik dan memberikan yang terbaik bagi sekolah," kata Wahyu.



Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026