
Bupati Bantul: Gerakan Pramuka penting untuk pengembangan SDM

Yogyakarta (ANTARA) - Bupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Abdul Halim Muslih menyampaikan Gerakan Pramuka penting sebagai upaya mengembangkan potensi sumber daya manusia (SDM), khususnya bagi generasi muda di Bantul.
“Gerakan Pramuka ini telah kita sepakati sebagai bagian penting dan strategis di dalam sistem pengembangan sumber daya manusia generasi muda,” kata Halim dalam acara Musyawarah Cabang (Muscab) XV Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Bantul 2026 di Aula Pemda II Bantul, Selasa (8/9).
Ia menilai Gerakan Pramuka sebagai pendukung pembelajaran formal dalam satuan pendidikan karena di dalamnya terdapat banyak kegiatan yang mengasah kecerdasan emosional, spiritual, dan sosial.
“Melalui pengalaman kegiatan pramuka, karakter sekaligus kompetensi generasi muda akan terbentuk,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh siswa di Kabupaten Bantul agar aktif mengikuti kegiatan Pramuka supaya karakter kepemimpinan, tanggung jawab, setia kawan, kecerdasan sosial, dan cinta tanah air dapat terbentuk.
“Kita memang ditakdirkan berbeda dari sisi agama, dari latar belakang, tetapi satu hal yang tidak boleh berbeda adalah semua harus cinta pada tanah air kita, Republik Indonesia ini,” katanya.
Ia juga berpandangan Gerakan Pramuka dapat menjadi benteng pengaruh buruk perkembangan zaman yang dapat mengancam perkembangan generasi muda.
“Penguatan kegiatan kepramukaan perlu dilakukan secara sistematis agar mampu memberikan pengaruh positif yang kuat terhadap karakter anak-anak dan remaja,” ujarnya.
Wakil Ketua Bidang Organisasi, Hukum, Perencanaan, dan Pengembangan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka DIY Danang Setiadi menyampaikan agenda Muscab menjadi momentum untuk mempertanggungjawabkan dan mengevaluasi pelaksanaan kepengurusan.
“Pertanggungjawaban bukan ruang untuk mencari siapa yang salah, tetapi kesempatan untuk belajar dan memperbaiki organisasi,” katanya.
Ia mendorong kepengurusan Kwarcab Bantul mendatang menjadikan Rencana Strategis (Renstra) Kwarda Gerakan Pramuka DIY Tahun 2025–2030 sebagai salah satu referensi dalam menyusun program kerja, dengan tetap menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di tingkat cabang.
“Ini menjadi ruang kaderisasi dan pembelajaran kepemimpinan,” ujarnya.
Ia berpesan agar para anggota Pramuka senantiasa mengamalkan nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari.
“Karena kepemimpinan dalam Gerakan Pramuka bukan tentang seberapa besar kewenangan yang kita miliki, tetapi seberapa baik amanah itu kita jalankan,” katanya.
Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
