
Pemkab Sleman menggelar peragaan busana kebaya lestarikan warisan budaya

Sleman (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar lomba Peragaan Busana Kebaya Piala Bupati Sleman 2026 sebagai upaya melestarikan warisan budaya Jawa dalam memperingati 14 Tahun Undang-Undang Keistimewaan DIY di Joglo Taman Budaya Lohjinawi, Kalurahan Sinduharjo.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa di Sleman, Rabu, mengatakan Peringatan 14 Tahun Keistimewaan DIY bukan sekadar penanda perjalanan waktu, melainkan amanah untuk terus menjaga dan melestarikan warisan budaya.
"Peringatan Keistimewaan DIY tahun ini mengangkat tema "Mulyaning Manah, Mukti ing Bumi, Wibawaning Jagad", yang sejalan dengan semangat Hamemayu Hayuning Bawana. Ini mengingatkan kita bahwa kemajuan zaman dan modernisasi tidak boleh membuat kita kehilangan jati diri maupun tercerabut dari akar nilai budaya," kata Danang.
Menurut dia, ajang peragaan busana tersebut sangat relevan dalam memadukan tradisi dengan kreativitas modern.
Warisan budaya seperti kebaya dapat menjadi sumber inspirasi karya baru yang menggerakkan ekonomi warga sekaligus memperkuat karakter masyarakat.
"Melalui peragaan busana ini, kita tunjukkan bahwa kebudayaan adalah sumber inspirasi yang hidup. Terima kasih kepada para seniman, penggiat budaya, dan anak-anak muda yang terus melestarikan budaya. Mari kita jadikan momen ini untuk memperkuat tekad pembangunan Yogyakarta," katanya.
Kegiatan yang menjadi wadah ekspresi pelestarian budaya lokal dari tingkat generasi muda hingga dewasa ini berhasil menarik minat masyarakat dengan total 550 peserta.
Kategori yang dilombakan terbagi menjadi dua kelompok utama, yakni Lomba Remaja dengan busana Kebaya Funky untuk rentang usia 14–24 tahun, serta Lomba Dewasa dengan busana Kebaya Pakem Gagrak Jogja untuk peserta berusia 24 tahun ke atas.
Pewarta : Sutarmi
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
