
Pemkab Bantul dorong pelaku UMKM perkuat promosi produk secara digital

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) mendorong para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperluas jangkauan pasar melalui promosi produk secara digital.
Kepala Bidang Usaha Mikro DKUKMPP Bantul Dendi Sulistyo Wibowo, di Bantul, Kamis, mengatakan perkembangan zaman memberikan dampak positif terhadap sektor penjualan karena promosi dan jangkauan pasar menjadi semakin mudah melalui berbagai platform digital.
"Digitalisasi ini menjadi salah satu cara pelaku UMKM dalam memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan omzet penjualan," katanya.
Menurut dia, proses digitalisasi, khususnya dalam mempromosikan produk UMKM, terus dilakukan salah satunya melalui platform berjualan secara daring Pemkab Bantul, yakni Bantul Online Shop (BOS) dan Bantul Mapan.
"Dua platform digital ini dirancang khusus untuk memfasilitasi jual beli produk lokal dari pelaku UMKM di wilayah Kabupaten Bantul," ujarnya.
Berdasarkan hasil pemetaan, lanjutnya, terdapat sekitar 5.236 pelaku UMKM yang memanfaatkan platform berjualan secara daring Pemkab Bantul tersebut.
Baca juga: Pemkab Bantul akan bangun "food court" di kompleks DKUKMPP
Selain itu, para pelaku UMKM juga memanfaatkan platform lainnya, seperti Facebook dan sejumlah media sosial yang dapat membantu mempromosikan produk mereka.
"Angka itu mungkin lebih banyak lagi karena pelaku usaha yang melakukan pemasaran online melalui media sosial seperti WhatsApp, Instagram, Facebook dan lainnya lebih banyak serta fleksibel," katanya.
Ia menyebut jenis produk yang dipasarkan beraneka ragam, mulai dari sektor industri seperti kerajinan tangan hingga sektor ekonomi kreatif seperti produk fesyen maupun kuliner.
"Pelaku UMKM kebanyakan memanfaatkan platform komersial yang sudah banyak dikenal masyarakat. Selain itu ada juga yang pakai sosial media serta platform digital milik pemerintah," ujarnya.
Ia menilai proses transformasi digital masih mengalami beberapa kendala, terutama terkait kemampuan dan literasi digital para pelaku UMKM.
Baca juga: Bantul Creative Expo 2026 resmi dibuka, wadah promosi ratusan UMKM
Mereka, lanjutnya, perlu memahami manajemen pengelolaan, pembuatan konten, dan administrasi digital.
"Penguasaan pengelolaan marketplace, pembuatan konten dan foto produk, serta pemahaman proses pendaftaran dan administrasi digital dasar perlu dikuasai," ujarnya.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Pemkab Bantul terus berupaya memberikan pendampingan dan bimbingan teknis dengan materi pengelolaan marketplace hingga teknik fotografi produk kepada para pelaku UMKM.
"Supaya produk UMKM lebih menarik ketika dipasarkan secara daring," katanya.
Ia menilai transformasi digital mulai dirasakan para pelaku UMKM dari sisi meningkatnya jangkauan pasar yang berpotensi meningkatkan omzet mereka.
"Data riilnya memang perlu dilakukan survei langsung kepada pelaku usaha," ujarnya.
Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
