Logo Header Antaranews Jogja

BRICS berkumpul di India saat isu global dipengaruhi perang AS-Iran

Sabtu, 12 September 2026 15:03 WIB
Image Print
Petugas keamanan melintas dekat logo BRICS India 2026 di lokasi penyelenggaraan KTT BRICS di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Jumat (11/9/2026). Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-18 BRICS akan dilaksanakan pada 12-13 September 2026 di New Delhi, India. ANTARA FOTO/AFP/Arun Sankar/agr

Istanbul (ANTARA) - Para pemimpin negara-negara anggota BRICS bertemu pada Sabtu (12/9) di ibu kota India, New Delhi, ketika perang Amerika Serikat (AS)-Iran memasuki bulan ketujuh dan perang Rusia-Ukraina memasuki tahun kelima.

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) tersebut berlangsung di tengah dampak ekonomi global yang lebih luas akibat konflik AS-Iran, yang telah memicu krisis energi serta meningkatkan kekhawatiran mengenai keamanan energi, perdagangan, dan inflasi.

Sehari sebelum KTT, Perdana Menteri India Narendra Modi menyatakan harapannya agar pertemuan menghasilkan pembahasan yang positif dan bermakna.

China mengatakan pihaknya menantikan kerja sama dengan negara-negara BRICS lainnya, untuk mendorong dialog dan negosiasi guna menyelesaikan perbedaan serta bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas regional maupun global.

KTT ke-18 Pemimpin BRICS mempertemukan para pemimpin dan pejabat senior dari kelompok yang kini beranggotakan 11 negara. Anggota awalnya adalah Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, yang menjadi asal nama BRICS, serta anggota baru Mesir, Ethiopia, Indonesia, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Pada hari pertama, para pemimpin menghadiri sesi tertutup khusus negara anggota BRICS bertajuk “Tata Kelola Global Inklusif dan Penguatan Multilateralisme”.

Baca juga: Prabowo hadiri KTT BRICS sebagai anggota penuh

Mereka juga mengunjungi pameran Bharat Innovates, mengikuti upacara penanaman pohon, dan menghadiri jamuan makan malam yang diselenggarakan Modi.

Para pemimpin yang hadir antara lain Presiden China Xi Jinping, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi.

Hadir pula Presiden Indonesia Prabowo Subianto, Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed Ali, serta Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan.

Brasil diwakili oleh Menteri Luar Negeri Mauro Vieira, sementara Arab Saudi diwakili Menteri Luar Negeri Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud.

BRICS juga telah menerima negara-negara mitra ke dalam kerangka kerja sama kelompok tersebut, termasuk Belarus, Bolivia, Kazakhstan, Kuba, Malaysia, Nigeria, Thailand, Uganda, Uzbekistan, dan Vietnam.

Pada hari kedua KTT, para pemimpin akan menghadiri sesi terbuka bertajuk “Ketahanan, Inovasi, Kerja Sama, dan Keberlanjutan: Membentuk Masa Depan untuk Pertumbuhan Global yang Inklusif.”

Para pemimpin BRICS diperkirakan akan mengeluarkan pernyataan bersama.

BRICS kini mewakili sekitar 49,5 persen populasi dunia, 40 persen produk domestik bruto (PDB) global, dan 26 persen perdagangan global, berdasarkan data yang dikutip BRICS.

KTT BRICS terakhir digelar di Rio de Janeiro, Brasil, pada 2025.

Baca juga: Presiden Prabowo tiba di India hadiri KTT ke-18 BRICS




Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BRICS berkumpul di India saat isu global dipengaruhi perang AS-Iran



Pewarta :
Editor: Wening Caya Ing Tyas
COPYRIGHT © ANTARA 2026