Logo Header Antaranews Jogja

Akademisi UMBY kembangkan inovasi deteksi dini perundungan siber

Senin, 14 September 2026 19:33 WIB
Image Print
Inovasi unggulan akademisi UMBY yang dikenalkan di ajang Sarasehan Sains Teknologi Yogyakarta (SSTY) di Yogyakarta. ANTARA/HO-UMBY

Yogyakarta (ANTARA) - Tim akademisi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) mengembangkan aplikasi Bully Buster, inovasi teknologi perlindungan digital dalam mendeteksi dini indikasi cyberbullyng atau perundungan siber di lingkungan sekolah.

"Aplikasi Bully Buster hadir sebagai solusi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence), dan Natural Language Processing (NLP) untuk mendeteksi dini indikasi perundungan siber di lingkungan sekolah," kata penggagas inovasi, Putri Taqwa Prasetyaningrum di Yogyakarta, Senin.

Inovasi yang digagas bersama tim lintas disiplin ilmu UMBY yang terdiri atas Putri Taqwa Prasetyaningrum, Eka Aryani dan Abdul Hadi itu memadukan bidang teknologi informasi serta bimbingan dan konseling.

Putri menjelaskan aplikasi tersebut dirancang untuk membantu sekolah merespons maraknya perundungan digital di media sosial maupun grup percakapan.

"Selain mendeteksi pola komunikasi berbahaya, Bully Buster dilengkapi sistem pelaporan anonim, dasbor pemantauan konselor, hingga dukungan terapi berbasis virtual reality. Pendekatan ini tetap menempatkan peran guru, konselor dan orang tua sebagai kunci utama pendampingan korban," katanya.

Menurut dia, ada sejumlah fitur utama dalam aplikasi, seperti analisis pesan menggunakan AI dan NLP, sistem pelaporan anonim, dasbor pemantauan bagi guru atau konselor, serta dukungan terapi berbasis realitas virtual.

Baca juga: BSSN sebut tren AI ubah lanskap serangan siber AI di sektor keuangan

Dia mengatakan teknologi AI dan NLP digunakan untuk mengenali kata, kalimat atau pola komunikasi yang mengandung unsur penghinaan, ancaman, pelecehan verbal, dan ujaran kebencian.

"Ketika sistem menemukan indikasi perundungan, informasi tersebut dapat menjadi peringatan awal bagi pihak yang berwenang untuk melakukan pemeriksaan dan tindak lanjut," katanya.

Dia mengatakan sistem pelaporan anonim juga memberikan ruang yang lebih aman bagi siswa untuk menyampaikan pengalaman perundungan tanpa harus merasa takut terhadap tekanan maupun pembalasan dari pelaku.

"Selanjutnya, guru bimbingan dan konseling dapat memantau laporan melalui dasbor serta menentukan bentuk pendampingan yang sesuai," katanya.

Menurut dia, inovasi itu telah dikenalkan bersamaan dengan inovasi hilirisasi produk herbal lokal berupa produk olahan kunir putih, dalam ajang Sarasehan Sains dan Teknologi Yogyakarta (SSTY) beberapa waktu lalu.

Peneliti UMBY Prof Dwiyati Pujimulyani mengatakan pengembangan kunir putih merupakan salah satu bentuk hilirisasi hasil penelitian perguruan tinggi, kekayaan alam lokal tidak hanya dipelajari secara akademis, tetapi juga dikembangkan menjadi produk bernilai tambah yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

"Kami ingin memperlihatkan bahwa bahan alam lokal memiliki potensi besar apabila diteliti dan dikembangkan dengan pendekatan ilmiah. Harapannya, inovasi kunir putih dapat memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya produk unggulan daerah," katanya.

Melalui inovasi unggulan kolaborasi antara perlindungan kesehatan mental di ruang digital dan penguatan kesehatan fisik berbasis kearifan lokal menjadi langkah konkret UMBY dalam mendukung terwujudnya generasi muda DIY yang sehat, aman, dan berdaya saing.









Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Akademisi UMBY kembangkan inovasi deteksi dini perundungan siber



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026