
WHO catat penurunan penularan kasus Ebola di wilayah Ituri, Kongo

Jenewa (ANTARA) - Penularan Ebola mulai menurun di sejumlah wilayah di Provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo (DRC), yang merupakan salah satu daerah terdampak paling parah, kata Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Rabu (16/9).
Namun ia memperingatkan bahwa wabah tersebut secara keseluruhan masih terus meluas.
“Kami mulai melihat tanda-tanda menggembirakan bahwa kami mulai mendapatkan kemajuan,” kata Tedros kepada wartawan di Jenewa.
Tedros mengatakan penularan menurun di wilayah Ituri yang paling terdampak, sementara Provinsi Kivu Selatan tidak melaporkan kasus baru sejak Mei dan lebih dari 1.700 orang telah pulih.
Baca juga: Badan pengawas Rusia: Uganda berhasil atasi wabah Ebola terbaru,
Baca juga: Ebola di RD Kongo tembus angka 7.258 kasus
Setelah berlangsung selama empat bulan, wabah tersebut juga sebagian besar masih terbatas di wilayah timur laut DRC, selain wabah kecil di Uganda yang “dengan cepat dihentikan”, katanya.
Namun Tedros memperingatkan bahwa lebih dari 7.200 kasus dan lebih dari 3.500 kematian telah dilaporkan di tujuh provinsi.
Di Ituri, sekitar 300 kasus baru dan 160 kematian tercatat dalam sepekan terakhir, atau hampir separuh dari total nasional.
Kasus juga meningkat pesat di Kivu Utara, dengan jumlah infeksi mingguan hampir dua kali lipat dalam dua pekan terakhir, dari sekitar 100 menjadi lebih dari 200 kasus.
“Indikator utama belum membaik sebagaimana mestinya,” kata Tedros. “Respons tersebut perlu dipertahankan dan diperkuat selama berbulan-bulan ke depan yang penuh tantangan.”
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: WHO catat penurunan penularan kasus Ebola di wilayah Ituri, Kongo
Pewarta : Primayanti
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
