Logo Header Antaranews Jogja

Pemkab Bantul akan adakan surveikepuasan penerima MBG secara rutin

Jumat, 25 September 2026 17:37 WIB
Image Print
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Seka Bantul Hermawan Setiaji ditemui di kawasan Gedung DPRD Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta di Bantul, Rabu (23/9/2026). ANTARA/Agung Dwi Prakoso

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan melakukan survei rutin terkait tingkat efektivitas distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di setiap sekolah penerima manfaat sebagai bahan masukan kepada Badan Gizi Nasional (BGN).

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Bantul Hermawan Setiaji di Bantul, Jumat, menyatakan survei tersebut akan dimulai pada September tahun ini untuk memastikan para penerima manfaat mendapatkan makanan dengan kualitas terbaik.

“Intinya pada pelaksanaan dan kualitas layanan. Misalnya ketepatan waktu kedatangan, kondisi kemasan, kebersihan makanan, memastikan makanan yang diterima benar-benar dengan kualitas yang terbaik,” ucapnya.

Ia menyebut teknis mekanisme survei dilakukan menggunakan Google Form dan diisi oleh kepala sekolah serta operator masing-masing penyedia MBG untuk mengetahui informasi mengenai waktu makanan tiba di sekolah dan waktu makanan mulai dikonsumsi siswa.

“Misalnya di satu sekolah makanan itu seharusnya datang jam 08.00 WIB. Nanti ketepatan waktunya itu dinilai dari sangat bagus, bagus, atau malah buruk,” kata dia.

Dia mengatakan survei kepuasan penerima manfaat MBG sebelumnya telah dilakukan oleh Satgas DIY dan berjalan dengan baik, sehingga Satgas DIY dapat memberikan rekomendasi secara utuh kepada BGN secara rutin.

“Seperti di titik-titik mana saja yang sudah bagus, mana yang belum, termasuk rekomendasinya apa itu kelihatan melalui survei itu,” katanya.

Survei tersebut, kata dia, akan diterapkan di Kabupaten Bantul untuk mengetahui efektivitas distribusi makanan dari dapur SPPG ke sekolah penerima manfaat.

“Datangnya itu tepat waktu enggak? Kemudian nanti ada parameter-parameter yang lain, termasuk kesukaan terhadap menu,” katanya.

Ia merencanakan pelaksanaan survei kepuasan dilakukan setiap tiga bulan sekali dan hasilnya disampaikan kepada BGN sebagai bahan evaluasi dari perspektif penerima manfaat.

“Termasuk di parameter survei nanti akan kita tambahkan salah satunya adalah makanan yang tidak dimakan dalam sehari itu berapa rata-ratanya,” katanya.

Survei tersebut bertujuan memastikan pendistribusian MBG berjalan dengan baik dan para penerima manfaat dapat menyantap makanan dalam kondisi yang paling baik.



Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026